#jalanbaru#rusak#beritalampung

Kualitas Jalan Baru di Desa Sabahbalau Buruk

( kata)
Kualitas Jalan Baru di Desa Sabahbalau Buruk
Jalan hotmix yang baru selesai dibangun sudah terkelupas. Lampost.co/Sukisno

Kalianda (Lampost.co) -- Warga Desa Sabahbalau Tanjungbintang, Lampung Selatan, mengeluhkan pengerjaan aspal hotmix di ruas jalan utama penghubung dusun 2 Desa Sabahbalau dengan Kota Bandar Lampung. Masyarakat menilai proyek tersebut diduga siluman dan asal jadi.

Diketahui dari informasi yang terpasang di papan informasi proyek senilai Rp1,7 Milyar itu di kerjakan oleh CV Dian Pratama Sari.

Wingking Surya Nugraha (26), salah satu warga Dusun 3, Desa Sabahbalau mengaku masyarakat setempat kecewa dengan proyek pembangunan jalan hotmix tersebut. Sebab, dirinya dan masyarakat membuktikan bahwa aspalnya sangat tipis dan menemukan kejanggalan dipapan informasi. 

"Saya mengukur dengan teman-teman pemuda pake mistar di tiga tempat secara acak, rata-rata antara 2-4 cm bahkan ada yang 1 cm. Jelas, masyarakat tidak puas dengan proyek yang nilainya miliaran itu," kata dia, Jumat, 22 November 2019.

Menurutnya, selain aspalnya yang dinilai tidak sesuai bestek ada indikasi kecurangan tentang proyek yang menghabiskan milyaran rupiah ini. "Di papan informasi tertulis pengerjaan jalan dan jembatan tapi kok kenyataannya di lapangan pengerjaan jalan dan drainase. Paginya papan informasi aku foto tapi sorenya sudah dicopot orang," ujar Wingking. 

Hal senada diungkapkan, Gun, warga lainnya yang juga berprofesi sebagai pemborong aspal. Dia mengaku sudah melihat hasil pengerjaan dari awal sampai akhir dan semuanya sangat jauh dari spesifikasi. "Pengerjaan dari lapen sampai hotmix mengecewakan," kata dia. 

Darno Kepala pekerja proyek mengatakan dirinya mengaku hanya sebagai pekerja yang ditugaskan mengerjakan proyek jalan dengan lebar jalan 3 meter dan panjang 2400 meter. "Saya cuma pekerja dan pemborong saya gak kenal nomor telponnya juga gak punya," ujarnya. 

Dirinya menambahkan papan informasi yang terpasang itu hanya sekedar informasi yang tidak harus sama dengan pengerjaan. "Itu kan cuma papan nama aja, kalau pengerjaannya jalan sama drainase bukan jembatan," ujarnya kepada lampost.co.

Sementara, Kades Sabahbalau Pujianto mengatakan tidak tahu menahu soal jalan hotmix yang ada di dusun 2 desa Sabahbalau. "Saya tidak tahu dan belum di konfirmasi," ujarnya. 

Anggota Komisi 3 DPRD Lampung Selatan dapil 6 Beni Raharjo saat dikonfirmasi mengatakan tahu informasi ini dari baca berita di Lampost.co dan akan segera melakukan sidak di desa Sabahbalau. "Senin saya akan sidak ke Sabahbalau," ujarnya.

Dirinya berharap pengerjaan proyek jalan ini dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui komisi 3 yang membidangi pembangunan. "Ini kan pakai uang rakyat jadi harus dapat dipertanggungjawabkan dan kami komisi 3 sudah tekankan semua FHO harus ke komisi 3 jangan ke pihak UPT atau pihak Dinas PU," ujar politisi Golkar itu. 

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Selatan nomornya dalam keadaan tidak aktif.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar