#kuliner#bahanbaku

Kualitas Bahan Baku Turut Mendukung Kemajuan Usaha Kuliner

( kata)
Kualitas Bahan Baku Turut Mendukung Kemajuan Usaha Kuliner
Peserta pelatihan wirausaha mendapatkan penjelaskan dari pemilik Askha Jaya Keripik tentang proses produksi saat mengunjungi dapur produksi keripik.Lampost.co/Wiji Sukamto

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bahan baku merupakan faktor penting dalam proses produksi sebuah produk kuliner atau makanan. Penggunaan bahan baku terbaik turut meningkatkan kepercayaan (trust) konsumen dan mendukung kemajuan usaha makanan.

 “Saat ini konsumen produk makanan atau camilan lebih selektif memilih produk karena terkait dengan kesehatan. Untuk itu, bahan baku yang baik dan aman sangat digemari oleh konsumen,” kata Askasifi Eka Cesario, pemilik Askha Jaya Keripik, dalam Pelatihan Wirausaha 2020 Seri 2, Senin, 9 Maret 2020, di Toko Askha Jaya Keripik, Segalamider, Bandar Lampung.

Pelatihan Wirausaha Menuju Desa Mandiri Lestari memasuki seri ke-2 untuk kategori Foodpreneur (kuliner) yang mengangkat topik produksi dan marketing. Kelas pelatihan yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Coca-Cola Amatil Indonesia, IBI Darmajaya, dan Harian Umum Lampung Post itu diikuti mahasiswa, pelaku usaha, karang taruna, karyawan, dan guru.

Para pemateri (coach) yang hadir, yakni  Askasifi Eka Cesario, praktisi digital marketing Didi Novantoro, CA Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian, dan Asrian Hendy Caya selaku fasilitator pelatihan.

Pada sesi pelatihan yang membahas produksi, Aska mengungkapkan pihaknya dalam memproduksi keripik dan produk camilan lainnya berusaha untuk menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Menurutnya, bahan-bahan berkualitas sangat berpengaruh pada rasa dan masa kedaluwarsa suatu produk makanan yang dihasilkan.

“Bahan baku pisang dari Lampung saat ini yang terbaik untuk membuat produk keripik. Kemudian penggunaan minyak yang bagus membuat masa expired atau kedaluwarsa lebih terjaga dan tidak boros saat menggoreng. Minyak goreng yang kualitasnya kurang baik malah lebih boros,” ujarnya. 

Sebelumnya Didi Nofantoro,  praktisi digital marketing, menjelaskan tiga hal mendasar supaya pelaku usaha piawai dalam pemasaran digital. Ketiga hal tersebut, yakni goals (tujuan), strong way, dan passion (gairah berwirausaha).

“Saat ini memasarkan produk makanan lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital. Bila kita sebagai pelaku usaha sudah mampu memahami dan merumuskan goals dan strong way, kemudian memiliki gairah dalam menjalankan digital marketing, target penjualan pasti akan segera tercapai,” kata Didi, yang juga memasarkan Melte_Vanana dan Sammer Coffee.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar