lampungbaratujilab

Kualitas 12 Air Sungai dan Danau di Lambar Diuji Laboraturium

( kata)
Kualitas 12 Air Sungai dan Danau di Lambar Diuji Laboraturium
dok Pixabay

Liwa (Lampost.co) -- Guna mengetahui tingkat pencemaran terhadap kualitas 12 sungai dan danau di Lampung Barat, Dinas Lingkungan Hidup setempat secara rutin terus mengambil 12 sample air sungai dan danau di wilayah itu untuk dilakukan uji laboraturium.

Kabid Adipura Dinas Lingkungan Hidup Lampung Barat Desmon Irawan mendampingi Kadis Ansari, Minggu (26/7/20), mengatakan uji laboraturium terhadap air sungai itu merupakan kegiatan rutin pihaknya yang dilakukan setiap bulan mulai dari Januari-Desember.

Uji sample dilakukan dengan cara mengambil sample air di 12 sungai dan danau yang ada di Lambar lalu dilakukan uji laboraturium.

Ia menambahkan, ke-12 sungai dan danau yang diambil sample airnya untuk dilakukan uji laboraturium itu adalah danau Ranau tepatnya di lokasi kerambah apung Pekon Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung.

Kemudian way Sindalapai, way Robok hulu dan hilir. Lalu way Jurak lokasi dengan lokasi pengambilan sample airnya dilakukan dari bak penampungan PDAM. Kemudian way Salang yang juga merupakan sumber air PDAM di Batubrak. Kemudian way Semangka di Kecamatan Belaalu dengan lokasi pengambilan sample dekat jembatan kuning.

Lalu way Umpu di Pekon Pagardewa Kecamatan Pagardewa, way Campanglimau Pakon Karangagung (Way Tenong), Way Besai di Sumberjaya dan sungai Airhitam di Pekon Semarangjaya Kecamatan Airhitam dan way Warkuk di perbatasan Sukau dengan OKU.

Berdasarkan hasil uji laboraturium itu, lanjut dia, hasilnya semuanya diketahui bahwa kualitas airnya masih baik atau masih diambang normal.

Uji laboraturium terhadap ke-12 sample air 
sungai dan danau itu dilakukan setiap bulan dengan tujuan untuk memastikan seberapa jauh tingkat pencemaran terhadap air sungai dan danau tersebut. Hasilnya sejauh ini masih baik. Namun untuk angkanya, itu tidak untuk dipublikasi, yang pasti hasilnya kualitas air semua baik.

Selain melakukan uji sample terhadap 12 air sungai dan danau itu, pihaknya juga melakukan uji sample terhadap air sungai dan danau di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh. Namun uji laboraturium terhadap air danau dan sungai di Suoh dan Bandarnegeri Suoh ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali yaitu pada Juni dan Desember.

Adapun pengambilan sample air yang dilakukan uji laboraturium dari kedua kecamatan ini adalah sample  
way semangka yang melintasi Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh. Kemudian sample air danau lebar dan danau asam.  Untuk hasilnya juga dinyatakan masih baik atau masih di ambang normal.

Kendati pihaknya telah melakukan uji laboraturium terhadap sample dari belasan sungai dan danau di wilayah Lambar ini namun hasil uji laboraturium ini sifatnya hanya untuk mengetahui kondisi kualitas sungai dan danaunya saja.

"Uji laboraturium yang kami lakukan terhadap air sungai dan danau ini sifatnya hanya untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencemaran terhadap kualitas airnya dan bukan untuk uji kesehatan terhadap kelayakan konsumsinya," kata Desmon.

Sebab lanjut Desmon, uji laboraturium untuk menentukan kualitas air terkait  kelayakan konsumsi, itu bukan kewenangan pihaknya. Ini dikarenakan laboraturium yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup Lambar ini statusnya belum tersertifikasi.

Selain sungai dan danau, pihaknya juga melakukan uji laboraturium terhadap kolam limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tiga titik yaitu di Bahway pada kolam Lindi 1 dan 2 dan sumur pantau. Namun uji laboraturium terhadap kolam lindi sifatnya hanya sebagai kontroling saja.

Tujuanya adalah agar jangan sampai keberadaan limbah TPA itu meresap hingga ke sungai sekitar, sawah atau kolam dan sumur milik masyarakat dan lain sebagainya.ELI

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar