#Bakauheni#ksop

KSOP Ingatkan Nakhoda Ancaman Gelombang Tinggi Disertai Angin Kencang di Selat Sunda

( kata)
KSOP Ingatkan Nakhoda Ancaman Gelombang Tinggi Disertai Angin Kencang di Selat Sunda
Kapal penumpang, niaga, nelayan, dan penyeberangan diimbau memperhatikan keselamatan pelayaran. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengeluarkan imbauan keselamatan pelayaran kepada nakhoda dan nelayan di perairan Selat Sunda.

Kepala KSOP Kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial mengatakan, berdasarkan informasi dari Pusat Meteorologi Maritim ketinggian gelombang laut di perairan Selat Sunda bisa mencapai 1,25 - 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin hingga 20 knot. 

"Diimbau kepada seluruh nahkoda kapal penumpang, niaga, nelayan, dan penyeberangan agar memperhatikan keselamatan pelayaran," kata Iwan Syahrial, Senin, 18 Januari 2021.

Cuaca ekstrem tersebut dipandang tidak aman untuk pelayaran bagi kapal-kapal dengan draft dan gross ton kecil, terutama kapal nelayan. .

Iwan meminta kapal-kapal yang akan berlayar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi dan angin kencang tersebut.

"Saya mengimbau agar para nakhoda kapal penumpang maupun kapal nelayan agar selalu memperbarui informasi cuaca dari website dan komunikasi radio-radio yang sedang berlayar," ujarnya.

Iwan juga menegaskan bagi nakhoda kapal  yang sudah melakukan pelayaran agar selalu menginformasikan dan melaporkan keadaan cuaca selama dalam pelayaran kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) distrik navigasi.

Jika kapal-kapal yang sedang berlayar menghadapi cuaca buruk, ujarnya, segera mencari perlindungan di tempat yang terdekat. Dia meminta nakhoda, pemilik kapal, dan operator agar memeriksa dan memastikan kapal yang akan berangkat telah memenuhi persyaratan kelaiklautan dengan melampirkan surat pernyataan nakhoda.

Selain itu juga harus memeriksa kembali jumlah penumpang yang naik yang memiliki tiket dengan menerapkan standar operasional protokol kesehatan. 

"Juga harus memastikan kondisi cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum permohonan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), memastikan alat keselamatan, dan memastikan alat pemadam kebakaran tersedia di atas kapal," tegasnya.

Sementara itu, nelayan-nelayan yang berasal dari pesisir timur kabupaten Lampung Selatan dan Kalianda mengaku, hempasan angin kencang yang terjadi sejak pagi tadi membuat para nelayan membatalkan niatnya untuk melaut. 

"Dari pagi tadi pagi terpaan angin cukup kencang. Kondisi cuaca yang tidak baik ini membuat kami membatalkan niat untuk melaut. Kami akan kembali melaut kalau 
 cuaca mulai bersahabat," kata Hadi, salah satu nelayan tangkap di pesisir timur Kecamatan Ketapang. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar