#penyelundupan#celeng#lamsel#beritalampung#kriminal

KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Daging Celeng

( kata)
KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Daging Celeng
Kepala KSKP Bakauheni AKP Poeloeng Arsa Sidanu (kanan) menunjukkan hasil tangkapan daging celeng sebanyak 600 kg dipintu masuk seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni, Selasa (29/1/2019). (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)


KALIANDA (Lampost.co)--Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan penyelundupan 600 kilogram daging celeng di pintu masuk sea port interdiction Pelabuhan Bakauheni, Selasa (29/1/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.

Daging celeng asal Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel tujuan daerah Kalimalang, Bekasi Timur itu di diangkut truk colt diesel B-9873-PCH warna putih. Selain itu, kepolisian juga mengamankan dua awak truk tersebut KS dan RS.

“Untuk mengelabui petugas, tumpukan daging celeng sebanyak 6 koli  (karung) ditutupi dengan 43 karung jengkol,” kata Kepala KSKP Bakauheni, AKP Poeloeng Arsa Sidanu saat press rillis di Mako KSKP Bakauheni, Senin (29/1/2019) sore.

Ia menjelaskan, terungkapnya penyelundupan daging celeng itu bermula saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang hendak menyeberang ke pelabuhan Merak melalui pintu masuk sea port interdiction Pelabuhan Bakauheni.

“Merasa curiga, tumpukan karung jengkol yang ada diatas kita bongkar. Dan ditemukan karung karung besar berisi daging celeng. Dimana setiap koli terdapat 100 kg daging celeng,” ujar mantan Kasatlantas Polres Lampung Timur.

Menurut Poeloeng, kedua awak truk bisa terancam hukuman pidana 3 tahun dan denda sebanyak Rp 15juta sesuai pasal 31 UU RI Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan. “Untuk proses hukum selanjutnya barang bukti dan kedua awak truk ini kami limpahkan ke Balai Karantina Pertanian,” pungkasnya.

Sementara sopir truk RS mengaku mendapat upah angkut Rp1,5 juta, namun baru menerima Rp750 ribu dari Herman. “Upah angkut akan dilunasi setelah daging celeng tersebut sampai ke tangan Simanjuntak di daerah Bekasi Timur,” ucap RS.

Aan Kridolaksono







Berita Terkait



Komentar