#penusukan#pembunuhan#TNIAD

Kronologis Keributan Berujung Tewasnya Prada AAS di Tokyo Space

( kata)
Kronologis Keributan Berujung Tewasnya Prada AAS di Tokyo Space
Tokyo Space Cafe di Bandar Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung akhirnya berhasil mengungkap pelaku penusukan yang menewaskan Prada 1 AAS di cafe Tokyo Space. Kasus terungkap setelah 21 hari melakukan penyelidikan pasca-insiden terjadi.

Berdasarkan keterangan yang didapat Lampost.co, bermula saat Prada AAS dan Prada I datang ke Cafe Tokyo Space pada Sabtu malam, 14 Mei 2022.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Anggota TNI di Tokyo Space Ditangkap

Setelah berada di dalam ruangan, saat itu kondisi pengunjung sedang ramai karena adanya hiburan DJ musik house hingga larut malam.

Saat sedang asyik menikmati alunan musik tanpa sengaja salah satu pengunjung bersengolan dengan Prada AAS. Hal itu yang diduga memicu keributan antara Prada AAS dengan pengunjung hiburan.

Melihat keributan tersebut pelaku mencoba melerai, namun tanpa diketahui justru pelaku mendapat pemukulan terhadap orang tidak dikenal.

Hal itu membuat pelaku marah dan mengeluarkan benda tajam dan mengarahkannya kepada pengunjung yang ada di lokasi. Namun naas senjata tersebut justru mengenai bagian dada sebelah kiri Prada AAS yang merupakan kerabat korban.

Saat lampu ruangan dihidupkan para pengunjung, karyawan, dan pemain DJ House Musik kaget melihat seorang pria tersungkur dengan kondisi bersimbah darah.

Meski korban sempat dievakusi ke rumah sakit menggunakan kendaraan pemilik cafe, namun sayang nyawa Prada AAS tidak dapat diselamatkan.

Kasus tersebut baru diketahui dan dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung pada pagi harinya Minggu, 15 Mei 2022.

Mendapatkan Laporan itu, tim Inafis dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sempat menemui jalan buntu dikarenakan CCTV yang berada di lokasi tidak ada.

Sehingga Satreskrim Polresta Bandar Lampung telah memeriksa sekitar 30 lebih orang saksi untuk dimintai keterangan mulai dari pengunjung, karyawan dan lainnya.

Bahkan, Satreskrim Polresta Bandar melakukan pra rekonstruksi sebanyak dua kali untuk memastikan kejadian itu dan mengingatkan kembali para saksi saat kejadian berlangsung.

Karywan Tokyo Space yang enggan disebutkan namanya, mengatakan korban saat itu terkapar bersimbah darah di depan Pioneer DJ. Di mana keadaan pengunjung sedang ramai.

"Darahnya banyak, gelas-gelas pada pecah jadi selesai itu kami bersihkan," katanya saat pra rekonstruksi kejadian.

Hingga saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan Polresta Bandar Lampung ke DenPom II/3 TNI AD.

Sementara itu Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto masih enggan memberikan identitas pelaku.

 

Winarko






Berita Terkait



Komentar