#sabu#narkoba#narkotika

Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba Anggota DPRD Palembang

( kata)
Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba Anggota DPRD Palembang
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional (BNN) membeberkan kronologi penangkapan anggota DPRD Palembang, Sumatera Selatan, D, yang menjadi otak intelektual pengedar sabu jaringan antar-Pulau Sumatera-Jawa. Penangkapan melibatkan tim Badan Narkotika Nasional (BNN), BNN Sumatera Selatan, dan Polda Sumatera Selatan.

"Berawal dari diamankannya dua kurir berinisial W dan A saat menerima paket berisi 30 ribu butir pil ekstasi dari seorang wanita berinisial Y di kawasan Pasar Macan Lindung Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, pada Selasa, 22 September 2020," kata Kepala Biro Humas Protokol BNN Brigadir Jenderal (Brigjen) Sulistyo Pudjo di Jakarta, Jumat, 25 September 2020.

Menurut dia, tim gabungan menangkap Y yang mengaku diperintah suami, J. Kemudian J dibekuk di kediamannya, Jalan Buyut Tampah, Bukit Baru, Palembang. Dari rumah J, kata Sulistyo, BNN menemukan satu kilogram sabu yang disimpan di anak tangga.

"Pasangan suami istri ini mengaku diperintah D (anggota DPRD Palembang) untuk menyimpan narkotika tersebut," ujar jenderal bintang satu itu.

Sulistyo mengatakan pengembangan terus dilakukan hingga menangkap D di tempat usaha jasa laundry miliknya di Jalan Riau, Kecamatan Kemuning, Palembang. Di rumah toko tersebut, kata dia, penyidik menemukan empat kilogram sabu yang disimpan di atas lemari kerja D.

"Dalam jaringan ini, peran D adalah mengendalikan para kurir sebagai kaki tangannya. Sementara D bekerja sama seorang pemodal yang tinggal di Medan berinisial M," ujarnya.

M kemudian ditangkap di Jalan Raya Batu Bara, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Seluruh tersangka dibawa ke kantor BNN Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

"Sampai tadi malam (Kamis, 24 September 2020)," katanya.

Sulistyo mengatakan anggota DPRD Palembang dan lima tersangka lainnya dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman mati atau seumur hidup.

Medcom







Berita Terkait



Komentar