#kasuspolisi

Kronologi Penahanan Sopir Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat

( kata)
Kronologi Penahanan Sopir Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat
Kantor Polsek Tanjungkarang Barat. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sopir mobil ekspedisi PT. Sindex Express, Arsiman (41), menjelaskan terkait awal mula dirinya mendekam delapan hari di penjara Polsek Tanjungkarang Barat, tanpa kejelasan status hukum.

Dia menceritakan, awalnya mendapatkan tugas mengantar kopi kemasan menggunakan mobil tronton plat B 9511 PYU, dari Semarang, Jawa Tengah. Setelah mengambil barang, dia mampir di kantor daerah Garuntang, Bandar Lampung, untuk melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru, Riau. 

Baca juga: Cerita Sopir Dipenjara Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat

"Tapi, saat di daerah Sekijang Pekanbaru, saya mengalami kecelakaan karena rem blong pada 25 Desember 2021," katanya.

Kecelakaan itu membuat truk yang dikendarai terbalik sehingga muatan kopi di dalamnya berhamburan. Sehingga sejumlah warga menjarah barang bawaannya. "Sisanya saya titip ke kerabat untuk dibawa ke Bandar Lampung dan setelah mobil diperbaiki, saya kembali ke kantor," ujar Arsiman .

Selanjutnya, pada 3 Januari 2022, teman kerja datang ke rumahnya memberi info diminta atasan ke kantor. 

"Saya di telepon bos, Koh Hendra untuk datang ke kantor," katanya.

Sore harinya, dia dijemput menggunakan mobil milik bosnya. Dia diinterogasi terkait muatan truk yang dibawanya. “Saya jelaskan kalau barangnya dijarah warga saat kecelakaan," katanya.

Namun, atasannya itu tak percaya dan langsung menelepon seseorang. "Kemudian datang seseorang menginterogasi saya atas perintah bos hingga dibawa ke Polsek Tanjungkarang Barat," katanya.

Di Polsek Tanjungkarang Barat, pria yang membawanya itu mengaku sebagai anggota Polda Lampung.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar