#palestina#internasional

Krisis Air di Jalur Gaza Perlahan Meracuni Warga Palestina

( kata)
Krisis Air di Jalur Gaza Perlahan Meracuni Warga Palestina
Seorang anak Palestina mengisi jeriken air di Jalur Gaza. Mahmud Hams/AFP


Gaza (Lampost.co) -- Institut Global untuk Air, Lingkungan dan Kesehatan serta Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania mengatakan air minum di Jalur Gaza tidak dapat diminum dan perlahan-lahan meracuni para warga.

Krisis air di Jalur Gaza yang memprihatinkan selama bertahun-tahun diperburuk gempuran Israel pada Mei lalu. Krisis air ini mempengaruhi setiap satu dari dua juta penduduk di Jalur Gaza.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 13 Oktober 2021, terdapat banyak warga Jalur Gaza yang harus membeli air minum dari pemasok swasta. Hal itu dikarenakan air keran kota sering tidak berfungsi akibat lamanya pemadaman listrik. Selain itu, air keran di Jalur Gaza dinilai terlalu asin untuk diminum

Sumber air yang sangat tercemar di jalur ini berdampak serius pada kesehatan masyarakat Palestina. Dengan anak-anak khususnya menghadapi risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Pengungsi Kamp Al-Shati, Falesteen Abdelkarim, menyatakan air di daerahnya tidak bisa diminum.

"Rasanya seperti berasal dari laut. Kami tidak bisa menggunakannya untuk minum, memasak, atau mandi,” kata Abdelkarim.

Blokade serta gempuran militer Israel terhadap kelompok pejuang Palestina semakin memperparah krisis air di Jalur Gaza.

Abdelkarim mengatakan, para warga hanya memiliki akses ke air kota sebanyak tiga kali seminggu. Terkadang, air itu juga tercampur limbah karena infrastruktur yang rusak di sejumlah kamp pengungsi.

"Hidup di kamp-kamp pengungsi sangat menyedihkan. Kami selalu membeli air minum dari pedagang kaki lima," keluh ibu lima anak ini.

Hingga kini, terdapat banyak pedagang swasta di Gaza yang menyaring garam pada air dan menjualnya kepada sejumlah warga dengan harga rata-rata USD7. Tanaman di Jalur Gaza juga dilaporkan mengering dan mati karena salinitas air dan klorida yang tinggi. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar