#Pilkada#RapidTest#Pesawaran

KPUD Pesawaran Siapkan Pengganti Anggota KPPS yang Reaktif saat Rapid Test

( kata)
KPUD Pesawaran Siapkan Pengganti Anggota KPPS yang Reaktif saat Rapid Test
Ilustrasi Medcom.id


Pesawaran (Lampost.co): Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pesawaran menyiapkan pengganti setelah beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinyatakan reaktif setelah rapid test beberapa waktu lalu.

Ketua KPUD Pesawaran Yatin Putro Sugino mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima laporan jumlah total anggota KPPS yang dinyatakan reaktif karena pelaksanaan rapid test dilakukan di 13 Puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan.

"Jadwal rapid test dilakukan sejak 27 November lalu sampai 4 Desember mendatang. Makanya sampai saat ini kami belum menerima hasil keseluruhan berapa yang reaktif. Kalau untuk hasil per harinya mungkin bisa ditanyakan kepada Puskesmas," jelas Yatin, Minggu, 29 November 2020.

Yatin juga mengatakan, bagi KPPS yang dinyatakan reaktif menurut hasil rapid test dianjurkan isolasi mandiri terlebih dahulu.

"Reaktifkan bukan berarti dia positif terinfeksi Corona. Akan tetapi, nanti diberi arahan oleh dokter yang ada di Puskesmas seperti apa. Kalau pun harus tes swab, itu kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda). KPU tidak memfasilitasi," ungkap dia.

"Apabila sampai mendekati hari H perhitungan surat suara KPPS itu positif Covid-19, kami meminta kepada PPS agar anggota KPPS yang ada harus mengganti anggotanya yang positif Covid-19 atau sakit berkepanjangan," tambahnya.

Dirinya berharap, dengan dilaksanakan rapid test ini, membuat masyarakat tidak khawatir ketika akan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya.

"Kami pastikan TPS dan petugasnya terbebas dari virus Corona, jadi masyarakat bisa lebih tenang dan aman ketika akan menyalurkan hak suaranya," pungkasnya. 

Diketahui, 9.189 Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Pesawaran dijadwalkan akan menjalankan rapid test sebelum pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember mendatang.

"Pelaksanaannya dibagi menjadi 13 Puskesmas yang ada di 11 kecamatan. Soal lokasi itu kewenangan pihak Puskesmas, bisa di Puskesmas itu sendiri atau meminjam aula kantor desa yang ada di masing-masing kecamatan," jelas Yatin.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar