#KPU#wawancara

KPU RI Wawancara Penggantian Esti Nur Fathonah

( kata)
KPU RI Wawancara Penggantian Esti Nur Fathonah
dok Lampost.co

KPU Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menyambangi Kantor KPU Provinsi Lampung Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung, Selasa 10 Maret 2020.

Selain melakukan sosialisas dan kordinasi mengenai sistem pengendalian intern pemerintah di lingkungan KPU Lampung dan kabupaten/kota se Lampung, KPU RI juga melakukan wawancara kepada Titik Sutriningsih calon anggota KPU Lampung pengganti Esti Nur Fathonah.

Sesuai salinan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor: 105/SDM.13-Kpt/05/KPU/II/2020 tentang pemberhentian Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung Periode 2019-2024 atas nama Esti Nur Fathonah. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta, 17 Februari 2020 atas nama Ketua KPU RI Arief Budiman dan Plt Sekretaris Jendral KPU RI Nanang Priyatna.

Kemudian dengan turunnya keputusan tersebut berlaku, maka Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1395/SDM.13-Kpt/05/KPU/X/2019 tentang Pengangkatan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung Periode 2019-2024 sepanjang berkenaan dengan pengangkatan Esti Nur Fathonah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Ilham Saputra mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan SK Pemberhentian kepada Esti Nur Fathonah.

Ia bersama Pramono Ubaid Tanthowi ditugaskan untuk mewawancarai calon berikutnya yakni nomor urut 8 atas nama Titik Sutriningsih yang saat ini menjadi Ketua KPU Kabupaten Lampung Selatan.

"Tadi kita sudah wawancara Ibu Titik Sutriningsih. Nanti kami bawa kepada sidang pleno hasil tersebut. Kemudian yang bersangkutan bisa kami lantik sebagai pengganti Esti," katanya

Ia mengatakan bahwa  dalam waktu dekat ini KPU RI akan melakukan proses pergantian antar waktu (PAW) anggota KPU Provinsi Lampung tersebut dan membuat SK Pengangkatan Titik Sutriningsih. Hal itu dilakukan apabila dalam pleno yang bersangkutan menyetujui serta memenuhi syarat untuk mengganti Esti Nur Fathonah.

Ia juga menjamin dalam menentukan keputusan tidak ada perundingan atau mahar untuk memuluskan keputusan. "Nunggu pleno, korumnya KPU itukan 5 orang. Tak ada rundingan-rundingan. Sementara ini baru Bu Titik, karena dalam peraturan perundang-undangan calon berikutnya adalah nomor berikutnya. Kalau misalnya Bu Titik menolak maka nomor berikutnya 9, 10 dan seterusnya," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar