#kpu#rekrutmen#PPK

KPU Pesisir Barat Komit Rekrutmen PPK `Bersih`

( kata)
KPU Pesisir Barat Komit Rekrutmen PPK `Bersih`
Komisioner KPU Pesisir Barat di kantor KPU setempat, Senin (20/1/2020). Lampost.co/Yon Fisoma

Krui (Lampost.co): Ketua KPU Pesisir Barat Marlini didampingi Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Zairi Opani, Divisi Hukum Azwan Feri, dan Divisi Data Marten, mengatakan KPU setempat berkomitmen proses rekrutmen panitia pemilihan kecamatan (PPK) benar-benar `bersih`.

Marlini mengatakan pihaknya akan mencermati dan melakukan penelusuran terhadap rekam jejak tiap orang yang mendaftar PPK untuk memastikan agar yang diterima betul-betul memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan aturan yang ditetapkan.

"Perekrutan PPK dimulai dari 18-24 Januari 2020. Kalau tidak memenuhi kuota pendaftar yaitu minimal 10 orang dari masing-masing kecamatan, maka akan dilakukan perpanjangan pendaftaran dari 25-27 Januari 2020. Kami berkomitmen untuk menelusuri rekam jejak para pelamar PPK termasuk terdaftar tidak Parpol," kata Zairi Opani, di kantornya, Senin, 20 Januari 2020.

Ia meminta partisipasi masyarakat dan semua pihak untuk menginformasikan, melaporkan atau menyampaikan kepada KPU kalau ada para pelamar PPK di kabupaten itu yang terindikasi pengurus partai atau terikat perkawinan antar sesama PPK atau hal lain yang melanggar dan tidak memenuhi persyaratan sesuai aturan. Sehingga KPU setempat dapat melakukan pencegahan dengan tidak menerima orang tersebut sejak awal.

"Kami membuka pelaporan masyarakat tentang hal itu. Kalau ada yang hendak disampaikan kepada KPU terkait perekrutan PPK yaitu dari 28 Januari - 5 Februari 2020. Kalau ada perpanjangan, maka dilakukan dari 31 Januari sampai 8 Februari 2020," kata dia.

Komisioner KPU Divisi Hukum Azwan Feri mengatakan PPK yang direkrut akan bertugas selama sembilan bulan yaitu dari Maret-November 2020. Para pelamar PPK di kabupaten itu cukup banyak dan antusias.

"Sampai kemarin, Minggu, 19 Januari 2020, sudah ada 22 orang yang mendaftar PPK terbagi atas 18 laki-laki dan 4 perempuan. Paling banyak jumlah pendaftar atau pelamar dari Kecamatan Ngaras dan Krui Selatan," kata dia.

Dengan penerapan seleksi menggunakan tes secara komputerisasi atau CAT, pihaknya berharap PPK yang dihasilkan memiliki kemampuan, kemudian melalui tes wawancara dapat digali integritas kejujuran dan kapasitasnya untuk menjadi PPK.

"Sehingga PPK yang nantinya diterima memang yang memenuhi syarat aturan yang ditetapkan bukan karena pilih kasih atau pertimbangan perasaan kedekatan dan tekanan dari pihak lain terhadap KPU," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar