#politik#perekrutanPPK#KPUPesisirBarat

KPU Pesisir Barat Diduga Berlaku Curang dalam Perekrutan PPK

( kata)
KPU Pesisir Barat Diduga Berlaku Curang dalam Perekrutan PPK
Sekretaris Lembaga Pengawas Pembangunan Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Al Muhdar. lampost.co/Yon Fisoma

KRUI (lampost.co) -- Sekretaris Lembaga Pengawas Pembangunan Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Al Muhdar, menilai KPU Pesisir Barat diduga berlaku curang dalam perekrutan PPK untuk 11 kecamatan yang ada di kabupaten itu.
Pasalnya, kata dia, yang paling fatal adalah nomor urutnya keluar dan lulus, namun atas nama orang lain bukan peserta bersangkutan. Menurut Al Muhdar,  jawaban KPU bahwa itu kekeliruan KPU dan  mereka sudah memperbaikinya , tidak bisa menjadi pembenaran.
"Itu suatu pelanggaran dan jangan dianggap sepele,  sebab ini menyangkut perjuangan keinginan peserta yang sama, kalau hanya berdalih dilakukan perbaikan berarti perekrutan itu tidak dilaksanakan dengan baik. Bawaslu Provinsi diminta meninjau ulang aturan yang diterapkan oleh KPU Pesisir Barat dalam perekrutan PPK  dan membatalkan nama-nama yang terjadi kesalahan nomor peserta lulus tetapi namanya atas nama orang lain," kata Al Muhdar kepada lampost.co di sekretariat lembaga tersebut,  Selasa (7/11/2017).
Sebab, kata dia, Pilgub masih menggunakan  UU No 10 Tahun 2016, artinya ada lima orang PPK di tiap kecamatan dan usia yang boleh mendaftar minimal 25 tahun, namun yang terjadi saat ini ada peserta yang lulus dan telah dilantik menjadi PPK padahal usianya masih di bawah 25 tahun.
"Tidak boleh juga menjadi PPK pada tingkat penyelenggaraan pemilihan yang sama selama dua kali, ini harus ditindaklanjuti Bawaslu Provinsi, inikan menjadi catatan buruk KPU Pesisir Barat, dan kalau melanggar aturan pasti ada sanksinya," kata Al Muhdar.
Bahkan, kata Al Muhdar, berdasar pada  informasi dari salah satu sumber masyarakat,  mereka mendapatkan  informasi  adanya  aparat pekon, guru honor  yang diterima dan lulus menjadi anggota PPK.

Yon Fisoma





Komentar