#kpu#pilkada#beritalamsel

KPU Lamsel Temukan Kekurangan Berkas Pendaftaran Dua Bapaslon

( kata)
KPU Lamsel Temukan Kekurangan Berkas Pendaftaran Dua Bapaslon
Ketua dan Anggota KPU Lampung Selatan saat melakukan verifikasi awal terhadap berkas persyaratan milik dua bapaslon yang akan maju pada Pilkada Lamsel 2020 di KPU setempat, Jumat (11/9/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): KPU Lampung Selatan melakukan proses verifikasi awal berkas persyaratan administrasi terhadap dua bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah pada Pilkada Lamsel 2020. Sedangkan, satu bapaslon masih ditunda lantaran salah satu kandidatnya terpapar virus Covid-19. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, ketua dan komisioner KPU Lamsel lainnya turut serta dalam verifikasi berkas persyaratan pencalonan tersebut. Dimana, mereka baru memverifikasi berkas milik bapaslon Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa dan Hipni-Melin Haryani Wijaya. 

Dalam proses verifikasi awal berkas itu, KPU Lamsel masih menemukan sejumlah berkas belum sempurna dan perlu diperbaiki oleh bapaslon. Masing-masing bapaslon memiliki kekurangan dan harus diperbaiki.

Seperti berkas bapaslon Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa ditemukan surat SKCK milik Pandu yang dikeluarkan dari Polresta Bandar Lampung. Padahal, SKCK itu harus dikeluarkan oleh Polda Lampung. 

Kemudian, ijazah milik Nanang Ermanto harus diklarifikasi kembali karena fotokopi ijazah yang dilampirkan bahwa nama sekolah tidak sama dengan stempel legalisir. Dimana, fotocopi ijazah yang juga dipajang di situs kpu-lampungselatankab.go.id itu tercatat Nanang Ermanto sebagai siswa SMA Negeri 5 Tanjungkarang. Sedangkan stempel biru legalisir dipojok kiri atas tertera SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Sementara, untuk berkas bapaslon Hipni-Melin terdapat NPWP milik Hipni kurang satu yakni pada tahun 2015. Sedangkan, Melin belum melampirkan bukti iklan pemberitahuan pernah terpidana di media massa.

Ketua KPU Lamsel Ansurasta Razak yang didampingi Koordinator Divisi Teknis KPU Lamsel Hendra Apriyansyah mengatakan pihaknya masih memverifikasi berkas persyaratan milik dua bapaslon sejak 6 September - 12 September 2020. Sedangkan, untuk bapaslon Tony Eka Candra-Antoni Imam belum bisa diverifikasi karena bakal calon bupati Antoni Imam masih menjalani isolasi mandiri karena terpapar virus Covid-19. 

"Sementara kami belum bisa membeberkan semua kekurangan dan berkas yang harus diperbaiki bapaslon. Nanti pada 13 September-14 September 2020 baru kita sampaikan hasil verifikasi ke LO masing-masing," kata dia. 

Dia mengatakan pihaknya masih menunggu berkas hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit yang berwenang pada 12 September 2020. Sedangkan, untuk kekurangan dan lainnya harus diperbaiki hingga sempurna. "Karena itu, kami belum bisa mempublikasihkan kekerungannya secara lengkap," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar