#pilkada#pemilu#kpu#beritalamsel

KPU Lamsel Diminta Dongkrak Partisipasi Pemilih

( kata)
KPU Lamsel Diminta Dongkrak Partisipasi Pemilih
KPU Lampung bersama KPU Lamsel meluncurkan Pilkada Serentak 2020 di GOR Way Handak, Kalianda. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan diminta untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Dimana, jumlah partisipasi harus melampaui 77,67 persen partisipasi pemilih pada pemilu April 2019 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Divisi Hukum dan Pengawasan M. Tio Aliansyah saat memberikan pada launching Pilkada serentak 2020 di Gor Way Handak Kalianda, Sabtu, 21 Desember 2019, malam. Menurutnya, jumlah partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 77,67 persen yang melampaui target nasional 77,50 persen.

"Jelas, tugas Jajaran KPU Lamsel pada Pilkada serentak 2020 semakin berat. Jumlah partisipasi pemilih saja pada Pemilu April lalu melampaui target nasional. Jangan sampai angka partisipasi pemilih menurun, ini akan menjadi pertanyaan. Kenapa?," kata dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mewanti-wanti jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 di Lamsel ketika menurun. Sebab, hal itu nantinya akan menjadi cacatan khusus dan tolak ukuru pada Pemilu 2024 mendatang.

"Untuk itu, tingkat akurasi pendataan untuk pemilih Pilkada 2020 menjadi peranan sangat penting dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih yang ada di Lamsel. Kesusksesan Pilkada di 8 kabupaten/kota akan menjadi tolak ukur persiapan Pemilu 2024," kata dia.

Mantan anggota KPU Kabupaten Lampung Utara itu juga meminta seluruh penyelenggara pemilu dapat mengatur konflik pada gelaran Pilkada 2020 mendatang. Sebab, pemilihan sebelumnya pada April lalu adalah perhelatan konflik kepentingan elit politik daerah.

"Kalau ingin Pilkada nya sukses, jajaran penyelenggara pemilu harus pintar dan pandai memanage konflik yang ada. Sehingga, tak menjadi benturan sosial atau menimbulkan konflik horizontal di Lampung Selatan. Ini juga tanggungjawab masyarakat ragom mufakat untuk kesuksesan Pilkada Serentak," katanya.

Tio mengatakan penyelenggara pemilu harus jujur, adil, dan berintegritas dalam menjalankan semua tahapan secara terbuka dan transparan.

"Itu menjadi kunci. Sebab, kesuksesan Pilkada diukur dari integritas dan jujur bagi penyelenggaran Pemilu yakni KPU dan Bawaslu. Kemudian, tak kalah penting adalah akuntabel, semua dapat dipertanggungjawabkan," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Lamsel Titik Sutriningsing mengatakan pihaknya berharap dengan adanya kegiatan launching Pilkada serentak 2020 dapat mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Kemudian, ia mengimbau masyarakat agar segera mengurus kartu identitas KTP-el.

"KTP-el ini salah satu syarat wajib agar bisa memilih pada Pencoblosan Pilkada 23 September 2020 mendatang. Untuk itu, masyarakat dapat segera mengurus KTP-el. Kami mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pemilih berdaulat negara kuat," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar