#pilkada

KPU Lampung Mantapkan Konsolidasi Pilkada Serentak 2020

( kata)
KPU Lampung Mantapkan Konsolidasi Pilkada Serentak 2020
KPU Lampung dan kabupaten/kota menggelar rapat koordinasi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih, Minggu, 16 Februari 2020. di Pesisir Barat. Dok. KPU

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung terus memantapkan tahapan dan konsolidasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di 8 kabupaten/kota. Untuk itu, dilaksanakan rapat koordinasi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih pada 16—18 Februari 2020 di Pesisir Barat.

Rakor ini dihadiri komisioner KPU Lampung serta ketua Divisi Program dan Data serta para admin/operator aplikasi Sidalih.  

Anggota KPU Lampung Divisi Data dan Informasi, Agus Riyanto mengatakan tujuan dilaksanakan agenda rakor ini adalah untuk membangun kesiapan delapan KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada untuk siap memulai kerja tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.  

"Dengan harapan semua tahapan dan program pemutakhiran data dan penyusunan pemilih di pilkada serentak 2020 benar-benar dilaksanakan dengan penuh integritas dan profesional oleh semua penyelenggara pemilihan di tingkat KPU kabupaten/kota, PPK, PPS dan PPDP," katanya dalam siaran resminya, Minggu, 16 Februari 2020.

Dia mengatakan penyelenggaraan pilkada serentak 2020 harus dijadikan momentum strategis dan pertaruhan kelembagaan KPU untuk mewujudkan demokrasi lokal yang berkualitas sekaligus berintegritas. Totalitas kerja adalah prasyarat bagi penguatan konsolidasi demokrasi yang harus dilakukan dan diperjuangkan sungguh-sungguh KPU di delapan kabupaten/kota.

Banyak tantangan yang akan dihadapi ke depannya dalam menjalankan semua tahapan dan program Pilkada Serentak 2020. Terutama dalam proses pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih yang harus dilakukan mulai dari pemetaan dan penyusunan daftar pemilih berbasis TPS,  perekrutan PPDP, dan persiapan coklit (pencocokan dan penelitian), penetapan DPS, dan penetapan DPT.

KPU dan jajarannya harus mampu menghadirkan data pemilih yang akurat dengan validitas yang tinggi. "Kami memang mengagendakan rakor secara bergulir ke-8 KPU kabupaten/kota sekaligus agenda supervisi dan monitoring kesiapan masing-masing KPU," kata mantan Komisioner KPU Kota Metro ini.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar