#KPU#jualbelikursi#beritalampung

KPU Diminta Kembalikan Kepercayaan Publik

( kata)
KPU Diminta Kembalikan Kepercayaan Publik
Foto: Lampost.co/ Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Komisi I DPRD Lampung Tulus Purnomo mengatakan saat ini KPU Lampung harus mengembalikan kepercayaan publik. Kasus dugaan jual beli kursi KPU di kabupaten/kota yang melibatkan salah satu komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah merusak nama lembaga penyelenggara pemilu itu sendiri. 

"KPU Lampung harus menunjukkan kerja nyata di tengah terpaan isu tersebut. Terlebih, sejarah kelam masa lalu KPU Lampung juga tidak bisa dilupakan begitu saja," kata dia saat rapat bersama KPU di kantor DPRD Lampung, Senin,  2 Desember 2019.

Ia menjelaskan dalam sejarahnya, KPU Lampung menghadapi banyak kepentingan besar yang kerap melibatkan anggotanya. Bahkan KPU Lampung pernah diusir dari kantornya sendiri, hingga mobil dinasnya ditarik.

KPU harus menegakkan dan menjalankan semua aturan berlaku, serta dapat mendidik masyarakat untuk resisten terhadap politik uang. Maka KPU akan kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 

"Tapi ini bukan hanya butuh peran KPU, tetapi juga Bawaslunya mesti terlibat, partai politik sebagai aktor utamanya terlibat, masyarakat sebagai pemilihnya juga dicerdaskan. Kalau tanpa itu semua, maka demokrasi di Lampung akan dibajak," katanya.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami memastikan proses tahapan pilkada terus berjalan meski anggotanya sedang menghadapi masalah hukum.

“Pada Desember ini KPU di beberapa kabupaten/kota akan me-launching Pilkada 2020 dan pengumuman bakal calon perseorangan. Kemudian, Januari akan melakukan seleksi petugas ad hock di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar