#minyakgoreng

KPPU Cermati Proses Penyelesaian Harga Minyak Goreng CV Sinar Laut

( kata)
KPPU Cermati Proses Penyelesaian Harga Minyak Goreng CV Sinar Laut
Tim Satgas Pangan menemukan tumpukan ribuan liter minyak goreng di CV. Sinar Laut, Kelurahan Gubak, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Selasa, 22 Februari 2022. Lampost/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti penemuan 32 ribu dus atau 345.600 liter minyak goreng oleh Tim Satgas Pangan di CV. Sinar Laut, Kelurahan Gubak, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Selasa, 22 Februari 2022.

Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan bila memang ditemukan fakta ada niatan untuk menahan pasokan, maka KPPU bisa melakukan tindakan lebih lanjut. Berdasarkan temuan tersebut, ternyata terdapat penundaan penyaluran.

Baca juga: Ratusan Ribu Liter Minyak Goreng Ditemukan Tersimpan di Gudang Panjang

"Dari sisi KPPU ternyata tidak ada penimbunan hanya tertunda penyalurannya karena menunggu proses penyelesaian masalah selisih harga produksi mereka dengan HET," katanya, Selasa, 22 Februari 2022.

Kemudian KPPU Kanwil II akan tetap mencermati alasan penundaan penyaluran oleh CV. Sinar Laut. Apabila ditemukan faktor lain selain dari proses penyelesaian selisih harga produksi dan harga eceran tertinggi (HET) maka pihaknya akan panggil pelaku usaha yang bersangkutan.

Apabila memang terbukti menahan pasokan minyak goreng jenis subsidi, sanksi bagi pelanggar UU No.5 Tahun 1999 saat ini diatur oleh Undang-Undang No.11 tahun 2020 tentang cipta kerja yang merubah besaran denda di dalam UU No.5 Tahun 1999 yaitu Pengenaan denda minimal 1 Milyar, Maksimal 50% dari Keuntungan Bersih selama kurun pelanggaran atau 10 % dari penjualan selama kurun pelanggaran.

"Sanksinya bisa pengenaan denda maksimal 50% dari keuntungan bersih selama kurun pelanggaran atau 10 % dari penjualan selama kurun pelanggaran. Pidana tetap jadi ranahnya Polri, kami di KPPU denda administrasi saja bila terbukti melanggar," katanya.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Ari Rachman Nafaris menyampaikan adanya ratusan liter minyak goreng di gudang karena telah dijual oleh pihak perusahan ke eksportir. Namun karena sekarang ada kebijakan baru, akhirnya perusahaan tarik lagi penjualan tersebut. Menurutnya, tidak ada dugaan menimbun, karena administrasi dari pusat belum beres yang menyebabkan belum didistribusi.

"Administrasi belum selesai dari penjualan ke eksportir karena ada selisih harga yang mereka beli Rp18 ribu sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu sehingga ada selisih harga," katanya

Sementara itu Direktur CV Sinar Laut, Andre Wijaya membantah adanya penimbunan minyak goreng. Menurutnya ribuan dus tersebut akan segera disalurkan, setelah segala administrasi terpenuhi. Pihaknya berjanji akan menyalurkan ribuan dus tersebut ke masyarakat paling lambat besok.

"Kami menunggu invoice juga, karena ribet urusan dokumen, jika salah administrasi bisa gak dibayar. Jika administrasi selesai maka akan segera disalurkan," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar