#inflasi#ekonomilampung#bpslampung

KPPU Awasi Komoditas Penyumbang Inflasi di Lampung

( kata)
KPPU Awasi Komoditas Penyumbang Inflasi di Lampung
Inflasi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil II mengawasi komoditas yang memberikan andil besar dalam pembentukan inflasi di Lampung. 

Berdasarkan data BPS Lampung, inflasi Lampung pada Juli 2022 mencapai 0,73 persen. Angka itu disumbang dari cabai merah 0,25 persen, angkutan udara 0,11 persen, bawang merah 0,09 persen, rokok kretek filter 0,06 persen, dan daging ayam ras 0,05 persen. 

Secara khusus, kenaikan harga cabai merah mencapai 34,27 persen, bawang merah 14,02 persen dan daging ayam ras 2,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Kenaikan harga cabai merah dan bawang merah karena faktor cuaca dan biaya transportasi. Sementara kenaikan harga daging ayam ras masih akibat kenaikan harga sapronak atau sarana produksi peternakan," kata Kepala KPPU Provinsi Lampung, Wahyu Bekti Anggoro, Senin, 8 Agustus 2022. 

Dia mengharapkan harga komoditas itu dapat memiliki tren penurunan. Pelaku usaha juga diimbau tidak memanfaatkan situasi dengan memainkan harga untuk memperoleh keuntungan yang eksesif.

"Mengingat struktur pasar pada komoditas tersebut cenderung oligopoli dan monopoli. Kami akan menindaklanjuti baik melalui penegakan hukum persaingan usaha maupun pemberian saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah," katanya. 

Menurut dia, jika ditemukan adanya perilaku anti persaingan yang dapat berpengaruh pada tingkat inflasi akan segera ditindak lanjuti. "Segera dikoordinasikan jika terbukti dalam pengawasan ditemukan kecurangan," tutup dia. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar