#stikermiskin#beritapesibar#pkh#bansos

KPM PKH di Pesisir Barat Yang Mundur Terus Bertambah

( kata)
KPM PKH di Pesisir Barat Yang Mundur Terus Bertambah
Ilustrasi. Foto: Google Images

Krui (Lampost.co): Sejak dilakukan pemasangan stiker miskin dirumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Pesisir Barat, penerima bantuan yang mundur terus bertambah. Terakhir sebanyak 39 KPM mengundurkan diri.

Mereka (penerima bantuan) menyatakan tidak bersedia kembali menerima bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga miskin tersebut.

Kepala Dinas Sosial kabupaten Pesisir Barat Agus Triyadi mengatakan informasi itu berdasarkan pernyataan dari ketua koordinator program PKH Kabupaten Pesisir Barat, Dendi.

"Tanggal 10 Februari 2020 dilakukan pemasangan stiker di rumah-rumah yang mendapat bantuan PKH. Dampak pemasangan itu ada 39 rumah yang mengundurkan diri. Itu tersebar di Pesisir Barat," kata Agus, Selasa, 25 Februari 2020.

Kondisi itu, kata dia, merupakan bentuk peningkatan kesadaran masyarakat atau merasa malu dengan adanya pemasangan stiker miskin karena dianggap sudah menjadi keluarga mampu.

"Sebab secara ekonomi mereka sudah tidak layak menerima bantuan PKH, namun tetap menerima, sementara masih banyak keluarga yang sangat layak untuk menerima namun justru belum pernah tersentuh bantuan dari program itu," kata dia.

Dia mengatakan berdasarkan basis data terpadu (BDT) atau saat ini basis data terpadu kesejahteraan sosial (BDTKS), jumlah keluarga pra sejahtera di Pesisir Barat sebanyak 21.486 rumah tangga. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, maka baru sekitar 11.687 rumah tangga yang tercover mendapat bantuan sosial dalam berbagai program pemerintah itu.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar