#Korupsi#OTT-KPK

KPK Yakin Segera Bekuk Kader PDIP

( kata)
KPK Yakin Segera Bekuk Kader PDIP
Ketua KPK Firli Bahuri. Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meyakini tersangka kasus dugaan suap dalam proses pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku, segera ditangkap. KPK bekerja sama dengan NCB Interpol melalui Mabes Polri dan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM akan terus mencari keberadaan politikus PDI Perjuangan itu.

"Selama ini setiap orang yang ke luar negeri terkait kasus korupsi biasanya pasti ketangkap karena koruptor itu enggak betah juga (di luar negeri), susah hidupnya," kata Firli di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

Firli mengimbau Harun segera kembali ke Tanah Air. Harun harus bersikap jentelmen menghadapi kasus hukumnya.

"Saya imbau Saudara HM (Harun Masiku) segera kembali ke Indonesia, pertanggungjawabkan tentang perbuatannya dan ikuti ketentuan hukum yang berlaku," imbuh Firli.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan KPK telah memproses permintaan penerbitan status buron atau DPO terhadap Harun ke Mabes Polri.

"Deputi Penindakan (KPK) memproses surat-surat yang berkenaan dengan permintaan bantuan ke Polri untuk status DPO," kata Nawawi.

Proses pengajuan tersebut, kata Nawawi, tidak akan memakan waktu lama lantaran KPK dan kepolisian memiliki kerja sama dalam pencarian tersangka korupsi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono memastikan kepolisian telah menerima permintaan bantuan mencari Harun yang terjerat kasus dugaan suap komisioner KPU.

Argo menegaskan Polri mendukung penuh upaya KPK menangkap Harun yang diduga kabur ke luar negeri. "Sudah, polisi tetap mem-backup penuh berkaitan dengan kasus tersebut untuk mencari pelakunya," ujar Argo.

Argo mengatakan Polri segera berkomunikasi dengan otoritas Singapura untuk mencari kader PDIP itu. Pasalnya, Polri tidak bisa sembarangan ke Singapura lantaran belum ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Menurut Argo, pelibatan Interpol akan mempersempit pelarian Harun di luar negeri. Apalagi, aparat kepolisian di 190 negara anggota Interpol akan membantu melacak keberadaan Harun.

Saat ini, kata Argo, Polri akan lebih dulu memenuhi syarat penerbitan red notice kepada Interpol. "Nanti ada beberapa aturan membuat red notice. Penyidik yang akan memastikan," kata Argo.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar