#kpk#korupsi

KPK Ultimatum Saksi Korupsi Pemkab Lampura Jilid II

( kata)
KPK Ultimatum Saksi Korupsi Pemkab Lampura Jilid II
Ilustrasi. Dok. MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Direktur CV Sembilan, Ferdi AR karena mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi pada Jumat, 20 Agustus 2021, dalam kasus korupsi Pemkab Lampung Utara Jilid II.

KPK mengancam bakal menindak tegas setiap orang yang menghalangi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut.

Baca juga: Aliran Fee Korupsi Pemkab Lampura Jilid II Dirunut

"Ferdi AR tidak hadir dan tanpa konfirmasi kepada Tim Penyidik. KPK mengingatkan untuk kooperatif hadir pada jadwal pemanggilan selanjutnya," ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Firi, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Ferdi dipanggil bersama saksi lainnya yakni, Yulizar Anhar (ASN), Ferli Syahputra Djamal (ASN), Juliansyah Imron (ASN), Sairul Hanibal (ASN), Benny Saputra Hasan Basri (ASN), dan Denny Marian wiraswasta.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan pembagian paket proyek pekerjaan dan adanya pemberian sejumlah fee berupa uang atas pelaksanaan paket proyek dimaksud," katanya.

Diketahui sejak 18-20 Agustus 2021, penyidik KPK telah memanggil 16 saksi, satu di antaranya mangkir dalam perkara korupsi Pemkab Lampura Jilid II, berupa penerimaan gratifikasi proyek.

Winarko







Berita Terkait



Komentar