#KPK#Korupsi

KPK Telusuri Pergerakan Istri Nurhadi

( kata)
KPK Telusuri Pergerakan Istri Nurhadi
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa pihak swasta, Bona Sakti Nasution. Dia diminta keterangan terkait pergerakan istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.

"Bona dikonfirmasi antara lain terkait pertemuan Tin Zuraida dengan pihak-pihak tertentu," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 April 2021.

Namun, Ali ogah membeberkan lebih rinci pertanyaan penyidik ke Bona. Alasannya demi kepentingan penyidikan.

Lembaga Antikorupsi juga memanggil Tin sebagai saksi dalam dugaan upaya perintangan penyidikan kasus Nurhadi dengan tersangka Ferdi Yuman. KPK mendalami tempat persembunyian Nurhadi.
 
"Tin didalami pengetahuan saksi antara lain terkait penyewaan rumah yang berlokasi di Simprug, di mana saksi sempat ikut menempati rumah tersebut bersama dengan NHD (Nurhadi) dan RH (Rezky Herbiyono)," ujar Ali.

Ferdy merupakan orang yang menyewakan rumah untuk Nurhadi di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia juga yang membayar Rp490 juta ke pemilik rumah agar bisa ditempati Nurhadi.
 
Ferdy berada di rumah itu saat KPK menangkap Nurhadi pada 1 Juni 2020. Dia kabur menggunakan mobil berpelat palsu saat tim KPK mendekatinya.
 
Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar