#UNILA#KPK

KPK Sebut Para Penyuap Karomani Dapat Bernasib Sama Seperti Andi Desfiandi

( kata)
KPK Sebut Para Penyuap Karomani Dapat Bernasib Sama Seperti Andi Desfiandi
Sidang lanjutan Andi Desfiandi di PN Tanjungkarang pada Selasa, 17 Januari 2023. (Foto:Lampost.co/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum KPK, Agung Satrio Wibowo mengatakan, orang-orang yang telah menitipkan mahasiswa masuk Unila melalui jalur suap atau sumbangan, dapat bernasib sama seperti penyuap Andi Desfiandi.

"Kalau ada kualitas atau kualifikasi yang sama dengan Andi Desfiandi, kami lihat secara keseluruhan bersama, kalau ada fakta-fakta baru tentunya akan menjadi pertimbangan kami," kata dia, Kamis, 19 Januari 2023.

Sebelum melakukan hal tersebut, Jaksa akan berkoordinasi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengenai pengembangan fakta-fakta persidangan yang telah dijalani.

"Yang jelas seluruh fakta persidangan akan kami sampaikan kepada pimpinan, setelah itu akan kami kembangkan apakah nantinya saksi yang menitipkan itu juga sama dengan Andi Desfiandi," ujar dia.

Sementara itu dalam persidangan yang digelar pada Selasa, 17 Januari 2023 lalu dengan agenda mendatangkan saksi-saksi atas terdakwa Karomani, Heryandi, dan M Basri, Ketua Majelis Hakim memberikan ultimatum kepada tiga saksi yang merupakan orang tua mahasiswa titipan.

"Saudara tahu, saudara juga sebagai penyuap di sini jika nanti bisa dibuktikan seperti Andi Desfiandi. Tapi saudara ini beruntung, tapi nanti tidak tahu kan," kata Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan kepada tiga saksi.

Ketiga saksi yang dihadirkan itu adalah Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unila, Rasmi Zakia Oktarina, Direktur RS swasta Z, dan S selaku orang tua siswa. Ketiganya menitipkan mahasiswa jalur suap kepada saksi Asep Sukohar.

Ketua Majelis Hakim, Lingga, bahkan mengatakan bahwa yang dilakukan ketiga saksi itu termasuk perbuatan yang tidak terpuji. Ia meminta KPK untuk dapat membuktikan perbuatan ketiganya melanggar hukum.

"Saudara ini penyuap, melakukan kecurangan, menyingkirkan mahasiswa lain yang memungkinkan untuk masuk Unila. Jadi saudara ini telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji, apalagi di sini ada dokter ya. Jadi nanti silahkan KPK untuk membuktikan ya," kata Lingga dalam persidangan.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar