#lampung#lampura#ott#korupsi

KPK Periksa 6 Saksi Terkait OTT Lampura

( kata)
KPK Periksa 6 Saksi Terkait OTT Lampura
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) Enam saksi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tindak pidana korupsi  di Pemkab Lampung Utara yang menjerat bupati nonaktif Agung Ilmu Mangkunegara dan 5 tersangka lainnya. Pemeriksaan dilakukan di SPN Kemiling, Polda Lampung, Kamis, 31 Oktober 2019.

"Hari ini KPK memeriksa 6 saksi untuk tersangka AIM terkait dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara. Pemeriksaan dilakukan di Kantor SPN Kemiling Polda Lampung," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis, 31 Oktober 2019.

Seluruh saksi hadir memenuhi panggilan KPK. Namun, Ferdi tak menjelaskan secara detail identitas saksi yang diperiksa. "Unsurnya PNS Kabupaten  Lampung Utara dan swasta," katanya.

Pemeriksaan para saksi untuk mengonfirmasi pengetahuan mereka terkait pengadaan proyek di SKPD Lampura dan pekerjaan yang dikerjakan swasta selama tersangka Agung Ilmu Mangkunegara menjabat sebagai bupati. “Pemeriksaan terkait pengetahuan mereka soal pengadaan proyek yang dikerjakan pihak swasta selama AIM menjabat bupati,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan 6 tersangka korupsi fee proyek pada pengerjaan di Dinas PU dan Dinas Koperindag Lampung Utara. Penetapan setelah mereka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dari Minggu, 6 Oktober 2019 hingga Senin, 7 Oktober 2019.

Mereka yang terjaring OTT, yakni Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara, orang kepercayaan Agung yakni Raden Syahril, Syahbudin (mantan Kadis PU Lampura), Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lampura Fria Apristama, Kepala Dinas Koperindag Wan Hendri, Chandra Safari dan Reza Giovanna selaku swasta atau kontraktor.

Ternyata ada satu orang kontraktor yang menyerahkan diri atas nama Hendra Wijaya Saleh. Dia menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Utara, Senin, 7 Oktober 2019, sekitar pukul 11.00. Kemudian dibawa ke Mapolda dan tiba gedung KPK pada pukul 18.00 WIB.

Usai dilakukan gelar perkara, KPK hanya menetapkan 6 tersangka, yakni Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, Raden Syahril, Syahbudin, Fria Apristama, dan Wan Hendri. Sedangkan penyuap yakni Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh. Total uang yang diamankan Rp728 juta.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar