#KPK#Korupsi#Bansos#VirusKorona

KPK Pelototi Penyaluran Bansos dari Aplikasi

( kata)
KPK Pelototi Penyaluran Bansos dari Aplikasi
Ilustrasi Gedung KPK/MI/Rommy Pujianto

Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanfaatkan aplikasi Jaga untuk memantau pembagian bantuan sosial (bansos) selama wabah virus korona (covid-19). Masyarakat bisa melapor jika ada pelanggaran dalam penyaluran bansos.

“Kami berharap masyarakat bisa percaya untuk memberikan informasi melalui fitur Jaga Bansos ini, karena ini bisa jadi saluran bagi masyarakat untuk berperan aktif mengawal pengalokasian bansos dan mencegah potensi terjadinya korupsi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020.

Aplikasi itu bisa diunduh di Playstore dan AppStore. Masyarakat juga bisa melaporkan dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran bansos dengan mengakses https://jaga.id.

KPK akan meneruskan segala keluhan terkait mengenai bansos ke pemerintah daerah setempat. KPK juga akan meneruskan laporan masyarakat ke unit koordinasi wilayah (Korwil) pencegahan.

"Selanjutnya, KPK akan memonitor tindak lanjut penyelesaian laporan dan keluhan masyarakat tersebut," ujar Firli.

Penambahan fitur Jaga Bansos dalam aplikasi ini dilakukan sebagai pencegahan tindakan korupsi saat penyaluran bansos kepada masyarakat. KPK telah memetakan titik rawah korupsi dalam penanggulangan wabah virus korona.

"KPK mengidentifikasi yang menjadi salah satu titik rawan adalah terkait penyelenggaraan bantuan sosial sebagai bagian dari Jaring Pengaman Sosial (JPS). Pemerintah pusat dan daerah telah melakukan realokasi anggaran dalam jumlah yang sangat signifikan untuk JPS," tutur Firli.

KPK berharap adanya fitur Jaga Bansos bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan haknya. Lembaga Antirasuah juga berharap fitur ini mengawasi kerja para penyelenggara negara dalam menyalurkan hak masyarakat.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar