#Korupsi#KPK

KPK Panggil Gitaris The Changcuters Terkait Kasus Aa Umbara

( kata)
KPK Panggil Gitaris The Changcuters Terkait Kasus Aa Umbara
Ilustrasi/Medcom.id/Candra


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gitaris The Changcuters Arlanda Ghazali Langitan pada Jumat, 25 Juni 2022. Dia dipanggil sebagai saksi untuk mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat pandemi covid-19 di Bandung Barat pada 2020.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada tersangka AUM (Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna) dari berbagai pihak," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 26 Juni 2021.

Ali mengatakan informasi itu juga diulik dari tiga saksi yang diperiksa berbarengan dengan Arlanda. Ketiga orang itu yakni pihak swasta Oktavianus, Risal Faisal, dan Dikki Harun Andika.

Ali enggan memerinci lebih jauh pertanyaan penyidik ke empat orang itu. Dia menegaskan duit yang masuk ke kantong Aa Umbara karena beberapa pihak tersebut menjadi distributor dalam pelaksanaan bantuan sosial (bansos) covid-19 di Bandung Barat.

Aa Umbara ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan anaknya, Andri Wibawa, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara M Totoh Gunawan.

Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan Totok disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar