#KPK#ICW

KPK Ogah Ladeni ICW Soal Jumlah Penindakan Kasus

( kata)
KPK Ogah Ladeni ICW Soal Jumlah Penindakan Kasus
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ogah meladeni Indonesia Corruption Watch (ICW) yang bersikeras datanya benar. Lembaga Antikorupsi menegaskan sudah menangani 208 perkara sepanjang 2020.

"Data yang kami miliki sudah dipublikasi secara terbuka pada tanggal 30 Desember 2020," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri kepada Medcom.id, Rabu, 21 April 2021.

Ali memastikan KPK tidak menambahkan data. Menurut dia, data yang dimiliki ICW justru jauh dari kebenaran.

Lembaga Antikorupsi menegaskan penanganan rasuah tidak merosot sepanjang 2020. KPK tetap melampaui target meski bekerja di tengah pandemi covid-19.

"Perlu kami sampaikan kembali bahwa target penanganan perkara KPK setidaknya tiga tahun terakhir adalah 120 perkara. Tahun sebelumnya informasi yang kami, terima target penanganan perkara di bawah angka tersebut," tegas Ali.

Sebelumnya, ICW bersikeras data yang dipakai dalam memberikan penilaian kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak salah. Versi ICW, Lembaga Antikorupsi hanya menyelidiki 15 kasus sepanjang 2020.

"Berdasarkan hasil pemantauan, hanya 15 kasus korupsi yang masuk dalam tahap penyidikan dan ada penetapan tersangka," kata peneliti dari ICW Wana Alamsyah kepada Medcom.id, Selasa, 20 April 2021.

Wana mengatakan data diambil yang ICW berasal dari situs resmi KPK. Berdasarkan perhitungan ICW, hanya ada 15 kasus yang ditangani KPK. Wana membantah perhitungannya hanya setengah tahun. ICW telah menghitung seluruh perkara yang ditangani KPK sampai akhir Desember 2020.

Winarko







Berita Terkait



Komentar