#kpk#unila

KPK Kembali Periksa Warek Unila dan Unri Terkait Kasus Suap Unila

( kata)
KPK Kembali Periksa Warek Unila dan Unri Terkait Kasus Suap Unila
Komisi Pemberantasan Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPK RI kembali memeriksa sejumlah saksi terkait perkara suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila jalur mandiri 2020, di Polresta Bandar Lampung, Kamis, 20 Oktober 2022.

Lembaga antirasuah itu meminta keterangan delapan saksi, yaitu Dekan Fakultas Teknik Unila Eng Helmy Fitriawan, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unila Rudi Natamiharja, Dekan Fisip Unila Ida Nuraida, Pembantu Rektor II  Unila Asep Sukohar, Wakil Rektor Unri (Riau) M. Nur Mustafa, dosen Unila Mualimin, dosen Unsri Etnis Sutisna Halimi, dan Manager Informa Furniture Lampung Haditiya Rayi Setha.

"Pemeriksaan untuk tersangka KRM (Karomani)," ujar Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding.

Dia belum bisa memaparkan spesifik hasil pemeriksaan saksi tersebut. Selain itu, KPK juga memperpanjang masa penahanan tersangka Rektor nonaktif Unila Karomani, Wakil Rektor I Unila Heryandi, dan Ketua Senat Unila M. Basri.

"Tindakan ini berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, terhitung 19 Oktober 2022 sampai 17 November 2022," kata Ipi.

Karomani ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, sedangkan Heryandi dan M. Basri ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur. Perpanjangan selama 30 hari ke depan karena proses pengumpulan alat bukti masih terus berlanjut di tim penyidik.

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar