#Korupsi#Lampungutara

KPK Didesak Umumkan Tersangka Korupsi APBD Lampung Utara Jilid II

( kata)
KPK Didesak Umumkan Tersangka Korupsi APBD Lampung Utara Jilid II
Kantor BPKP Lampung. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI segera menetapkan tersangka kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) Jilid II .

"Agar proses hukum berjalan transparan dan semua bisa tahu. Sebab, ini juga jadi alarm untuk pejabat yang sekarang agar jangan main-main dengan uang rakyat," ujar Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, Kamis, 19 Agustus 2021.

Baca: KPK Beri Sinyal Babak Baru Kasus Korupsi Pemkab Lampura Jilid II

 

KPK juga diminta untuk segera menahan pelaku karena berpotensi menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

"Kemungkinan terburuk harus diminimalisir oleh KPK," katanya.

Sampai saat ini, KPK belum juga menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Padahal, tahap penyidikan sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. 

KPK mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SprinDik/25.00/01/04/2021 pada 13 April 2021 lalu. Penyidikan tersebut berdasarkan laporan pengembangan Nomor LPP/13/DIK/02.01/23/10/2020 yang terbit pada 16 Oktober 2020.

Teranyar, KPK kembali memeriksa tiga saksi yang terdiri dari Hendra Wijaya Saleh, kontraktor yang telah dipidana pada perkara korupsi Lampura Jilid I, Syahbudin, eks Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura, dan Raden Syahril, kerabat mantan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar