#beritalampung#beritabandarlampung#ott

KPK Buka Wacana TPPU, Rumah Mewah Karomani Diduga Tak Masuk LHKPN

( kata)
KPK Buka Wacana TPPU, Rumah Mewah Karomani Diduga Tak Masuk LHKPN
Rumah mewah milik Rektor Unila Prof Karomani. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): KPK membuka wacana adanya upaya penanganan tidak pidana pencucian uang (TPPU) pada kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang menjerat Rektor Unila Prof Karomani.

"Dalam rangka optimalisasi asset recovery dan pemasukan kas negara, sepanjang ditemukan bukti cukup (TPPU)," ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Senin, 22 Agustus 2022 

Namun saat ini, kata Ali, KPK fokus pada penanganan suap yang menjerat Karomani dan rekannya. Meski demikian di tengah proses penyidikan, bisa saja KPK menemukan fakta baru yang bisa menjerat pidana korupsi (pasal lainnya terhadap pelaku).

Baca juga: KPK Nilai Penggeledahan di Unila Berpotensi Seret Pelaku Baru

"Dalam setiap penanganan perkara korupsi, tidak hanya pada aspek pemenjaraan namun perampasan hasil korupsi yang dinikmati dapat dimaksimalkan," katanya.

Sebelumnya, KPK masih mendalami praktik penyuapan masuk Unila jalur peserta mandiri, usai Rektor Prof Karomani dan jajarannya terjerat operasi tangkap tangan (OTT). KPK menduga praktik rasuah ini tidak hanya terjadi pada tahun ajaran 2022, melainkan sudah berlangsung beberapa tahun belakangan. "Benar, dugaan praktik semacam ini di perkara ini diduga sudah lama," ujar Ali.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Lampost.co, rumah mewah Prof Karomani yang terletak di Jalan Haji Komarudin, Rajabasa, Bandar Lampung diduga tidak dilaporkan ke dalam LHKPN. Pada LHKPN Karomani tahun 2019, tanah dan bangunan yang berada di Bandar Lampung miliknya hanya terdapat satu item dengan luas 300 meter dengan nilai Rp83,2 juta. Kemudian pada LHKPN Karomani tahun 2020, karomani memiliki tanah seluas 1.011 meter persegi di Bandar Lampung dengan nominal Rp300 juta.

Selanjutnya pada 2021, total tanah dan bangunan di Bandar Lampung yang dilaporkan ke LHKPN sama dengan tahun 2020 yakni tanah dan bangunan yang berada di Bandar Lampung miliknya hanya terdapat satu item dengan luas 300 meter dengan nilai Rp83,2 juta. Kemudian memiliki tanah seluas 1.011 M di Bandar Lampung dengan nominal Rp300 juta.

Dari informasi yang dihimpun Lampost.co, rumah mewah milik Prof Karomani di Jalan Haji Komarudin, Rajabasa, dibeli pada tahun 2019 dengan nilai Rp700 juta dari Dosen Unila Suntoro. Pada laporan LHKPN Karomani pada 2019-2021, tidak ada profil yang sama atau mendekati terhadap aset yang dilaporkan dengan data di LHKPN terhadap rumah mewah tersebut.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar