#KPK#PAW#CalegPDIP

KPK Bakal Kembangkan Suap PAW Caleg PDIP

( kata)
KPK Bakal Kembangkan Suap PAW Caleg PDIP
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP. Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri optimistis pengembangan kasus ini meski tersangka utama Harun Masiku masih buron.
 
"Kita tetap bekerja menyelesaikan perkara itu," kata Ali di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Ali menjelaskan penyidik mengantongi bukti permulaan yang kuat untul mengembangkan kasus ini. Apalagi dalam penggeledahan belakangan beberapa dokumen signifikan terkait kasus itu sudah disita penyidik. Menurut dia, bukti itu akan jadi amunisi penting untuk memeriksa saksi dan tersangka.

"Kami yakin (pengembangan) itu bisa dilakukan karena kami cukup mengantongi dari bukti permulaan cukup itu bisa kami kembangkan lebih jauh ketika nanti saksi-saksi yang dihadirkan yang kemudian mengonfirmasi dokumen-dokumen itu. Kami yakin bisa selesai," katanya.
 
Menurut dia, saat ini KPK masih memburu politisi PDIP Harun Masiku yang masih buron. Belum ada informasi yang bersangkutan telah kembali pulang ke Tanah Air.
 
"Kami terus berkoordinasi dan mencari keberadaan tersangka HAR (Harun Masiku) dan berkoordinasi dengan polisi. Tentunya kami berpedoman keterangan imigrasi yang bersangkutan ada di luar negeri belum ada catatan yang bersangkutan kembali ke dalam negeri," katanya.
 
KPK sendiri telah menangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun. Harun diduga kabur ke Singapura.

medcom



Berita Terkait



Komentar