#pembalakan#register43#lambar#beritalampung

KPHL Liwa Amankan 7 Kubik Kayu dari Hutan Lindung

( kata)
KPHL Liwa Amankan 7 Kubik Kayu dari Hutan Lindung
Kepala KPHL Unit II Liwa, Hasan Basri di dampingi Kepala Resor Seminung, Abdul jalal menunjukan barang bukti tujuh kubik dari dalam hutan lindung Register 45 B, Lampung Barat. (Foto:Lampost/Arispsah)

LIWA (Lampost.co)--Kantor Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) unit II Liwa, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengamankan sekitar tujuh kubik kayu berbagai jenis di kawasan hutan lindung Register 43 B, tepatnya  pemangku I Batubalai, pekon Bumiagung, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, Selasa (17/10/2017).

Kepala KPHL unit II Liwa, Hasan Basri didampingi Kepala Resort  Seminung, Abdul Jalal, mengatakan terungkapnya dugaan ilegalloging di dalam kawasan hutan lindung tersebut setelah melalui proses pengintaian oleh petugas dinas bersama polisi kehutanan sebagaimana laporan masyarakat. "Sejak Juli 2017 kita dapat laporan dari masyarakat. Pada 8-9 Agustus saya bersama kepala resort dan kanit Polhut, aparat pekon, babinkamtibmas dan babinsa, turun ke lokasi." kata Hasan.
Saat itu tim menemukan ada pondok kosong di dalam hutan lindung tersebut. Dan tak jauh dari pondokan itu ditemukan beberapa batang tunggul kayu yang telah ditebang, serta tujuh kibik kayu berbagai jenis yang diduga hasil penebangan liar dalam hutan lindung.

"Di sekitar tunggul kayu, ditemukan sekitar dua meter kubik kayu tenam, di sekitar pondok juga di temukan lebih dari tiga meter kubik kayu cemara hutan, dan dalam pondok ada dua meter kubik kayu tenam," papar dia.

Dari temuan tersebut, kata Hasan, pihaknya mulai melakukan  penyelidikan, dan belakangan diketahui pemilik pondok bernama Lek To. "Setelah kita gali informasi, kita tahu pondok itu milik Lek To. Tapi kalau nama lengkapnya kami tidak tahu, kita sudah dua kali layangkan panggilan tetapi yang bersangkutan tidak datang, bahkan belakangan Lek To sudah tidak ada lagi di pondoknya," jelas Hasan.

Untuk mencegah hilangnya kayu yang menjadi barang bukti, pihaknya memutuskan untuk menyita dan mengamankan barang bukti ke kantor.  Karena pemiliknya tidak ada lagi di tempat, maka kami putuskan mengamankan barang  bukti.

Aripsah



Berita Terkait



Komentar