petanikartupetaniberjaya

KPB Jadi Solusi Petani, Rangkul Milenial Kembangkan Potensi Daerah

( kata)
KPB Jadi Solusi Petani, Rangkul Milenial Kembangkan Potensi Daerah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus serius untuk memperhatikan para petani di Bumi Ruwai Jurai. Untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim, mewujudkan Petani Lampung Berjaya serta membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah perdesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan cakupan peserta Kartu Petani Berjaya (KPB) saat ini sekitar 17 ribu petani yang tersebar di 7 kabupaten/kota. Pihaknya juga terus berupaya agar terus mensukseskan program tersebut agar mampu dirasakan oleh semua petani di 15 Kabupaten/Kota di Lampung.

"Kita terus melakukan sosialisasi dan implementasinya, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan pembuatan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Mudah-mudahan setahun kedepan dapat dilaksanakan di seluruh Lampung," kata Kusnardi kepada Lampung Post, Kamis, 5 November 2020.

Kemudian ia juga mengatakan mengatakan memang ada beberapa persoalan mendasar yang menjadi kendala pencapaian target KPB. Namun jajarannya terus berusaha persoalan yang ada dijadikan tantangan untuk terus mensukseskan program tersebut. "Kendala yang mendasar adalah merubah perilaku petani sehingga diperlukan keterpaduan berbagai fihak untuk melaksanakannya," katanya.

Kusnardi juga mengatakan bahwa pihaknya optimis bahwa program KPB ini bisa menarik minat para pemuda untuk menjadi petani yang handal ditanah kelahirannya ketimbang menjadi buruh pabrik atau pekerja di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"KPB diharapkan menjadi magnet pemuda untuk bertani. Karena KPB menggunakan teknologi informasi dan engineering alat mesin pertanian, bioteknologi, dan lebih efisien sehingga pertanian memberikan penghasilan lebih dibanding menjadi buruh di Jabodetabek," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar