#kurikulum

KPAI Berkukuh Usulkan Kurikulum Darurat Covid-19

( kata)
KPAI Berkukuh Usulkan Kurikulum Darurat Covid-19
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Reto Listyarti. Medcom/Intan Yunelia

Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkukuh mengusulkan adanya kurikulum darurat selama pandemi virus korona (covid-19). Sebab, kurikulum yang ada saat ini dinilai merepotkan siswa.

"Dalam kondisi normal saja kurikulum 13 masih sulit dituntaskan. Apalagi kondisi darurat seperti ini di antara berbagai keterbatasan," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam konferensi video, Kamis, 7 Mei 2020.

Dia menyebutkan kurikulum darurat dimaksud bukan berarti membentuk kurikulum baru. Namun, bisa berupa pengurangan beban kurikulum yang sudah ada. "Dipilah dan dipilih materi yang esensial dan penting bagi anak ketahui dan pelajari," katanya.

Berita terkait: Sekolah Diminta Bekali Orang Tua Siswa Selama Belajar di Rumah

Retno menegaskan guru dan siswa tidak perlu dibebani kurikulum yang serupa kondisi normal. Terlebih, pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum juga mencapai titik ideal.

"Terlebih kebijakan PJJ yang dadakan tidak segera direspons cepat oleh Kemendikbud, baik pusat maupun daerah," ujarnya.

Bagi Retno, kebijakan PJJ juga masih timpang. Tak semua siswa bisa melakukan pembelajaran dari rumah secara digital.

"Malah yang tampak, PJJ hanya untuk anak keluarga menengah ke atas yang relatif memiliki kemampuan dan akses digitalisasi yang memadai," ujarnya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar