#Kesehatan#LampungHealthSummitII#Metro

Kota Metro Tekan Angka Covid-19 Melalui Percepatan Vaksin

( kata)
Kota Metro Tekan Angka Covid-19 Melalui Percepatan Vaksin
Kegiatan Lampung Health Summit II secara hybrid yang digelar Lampung Pos, Kamis, 14 Oktober 2021. (Foto: Lampost/Sukisno))


Bandar Lampung (Lampost.co)--Wali Kota Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan Kota Metro berhasil menerapkan PPKM level 2 setelah melewati fase kritis. Hal tersebut didasari oleh kesadaran masyarakat terhdap pentingnya penerapan protokol kesehatan. 

"Upaya kita bagaimana dari hulu menyadarkan masyarakat akan pentingnya prokes, kita harus lindungi hal-hal seperti itu dengan lakukan kegiatan yang bersandar dengan kesadaran masyarakat," kata Wahdi dalam kegiatan Lampung Health Summit 2021 yang digelar Lampung Post di Radisson Hotel, Kamis, 15 Oktober 2021. 

Ia mengatakan karena Kota Metro masuk kedalam Rumah Sakit regional, sehingga penting sekali bagaimana pihaknya bisa cover kabupaten sekitar. Upaya memutus mata rantai dengan prokes yang ketat dan perhatian khusus di RS rujukan Covid.

"Selain itu, kerja sama dengan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh kesehatan, tokoh masyarakat segala hal yang menjadi kerja sama guna menurunkan kasus konfirmasi. Hingga pengecekkan 3T juga penting. Selain itu indikator respons bagaimana bed okupansi harus di bawah 5 persen," jelasnya. 

Kami juga selalu berikan syarat, bagaimana penanggulangan Covid dan peningkatan ekonomi ditangani oleh semua sektor, sehingga respons masyarakat harus sadar benar.

"Alhamdulillah negara kita termasuk cepat dalam penanganan, kita perhatikan juga bagaimana pelayanan vaksinasi sangat dibutuhkan supaya  Metro bisa terus menurunkan angka covid-19," jelasnya. 

Wali Kota Metro menerangkan realisasi vaksinasi covid-19 untuk dosis satu di Kota Metro mencapai 88,39 persen. Hal ini menjadikan Metro sebagai capaian vaksin tertinggi di Lampung.

"Vaksinasi terus di prioritaskan salah satunya adalah dengan kegiatan vaksin, fokus kami menangani covid mulai dari penurunan kasus kesembuhan, mencegah kematian, vaksinasi sehingga dampak ekonomi dan sosial berjalan," kata dia. 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar