#Wisata#AirTerjun#Curup

Kota Batu Kembangkan Wisata Curup Tiga Tingkat

( kata)
Kota Batu Kembangkan Wisata Curup Tiga Tingkat
Pokdarwis Kota Batu dan pengunjung curup melalui rute alternatif(menyusuri sungai), untuk menuju lokasi curup. (Wahyu Panungkas/Lampost.co)

Gunung Sugih (Lampost.co) -- Selain Curup Lestari, ada curup tiga tingkat di Kampung Kota Batu, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah yang layak dikembangkan. Pokdarwis Kota Batu menunggu kontribusi nyata pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat.

Hal ini disampaikan anggota Pokdarwis Curup (Lestari) yang juga Ketua kelompok HKM di Kampung Kota Batu, Ahmad Sayuti, Minggu, 16 Februari 2020, saat bertemu Lampost.co di sekitar lokasi air terjun (curup).

Curup di Kota Batu menurut Sayuti sebenarnya ada dua, satu curup lestari yang kini tengah dipromosikan, dan curup tiga tingkat (curup tiga). Jarak curup tiga ke tempat parkir, gapura dan loket yang dibangun Pokdarwis relatif sama dengan curup lestari. Tetapi hingga saat ini Pokdarwis hanya mampu mengelola salah satunya karena keterbatasan anggaran.

"Ada satu lagi curup yang memiliki tiga tingkat. Belum banyak warga Lamteng yang tahu. Kalau ada dana untuk membuatkan jalur bagi pengunjung, daya tariknya juga bisa bersaing dengan yang sudah dikenal sekarang," terangnya.

Menurut Sayuti, dari sisi pariwisata, Curup Lestari layak dikembangkan dan dijadikan destinasi wisata unggulan, mengingat banyaknya keunggulan lokasi wisata tersebut. Menurut dia, tak semua daerah memiliki lokasi air terjun yang relatif mudah dikunjungi. Curup Lestari di Kota Batu, hanya perlu sentuhan pada bagian akses jalan, dan promosi yang masif agar dapat menarik pengunjung.

Saat ini, perjalanan dari Ibukota Lamteng, Gunungsugih sampai Kota Batu bisa ditempuh dengan mobil. Tetapi sejumlah titik jalan untuk sampai di area terdekat Curup Lestari masih harus diperbaiki.

"Kalau sekarang perjalanan bisa lebih dari dua jam karena jalan yang rusak. Kalau jalannya bagus, saya kira pengunjung tak perlu lagi berpikir ulang untuk mengunjungi Curup Lestari," kata dia.

Selain potensi wisata berupa curup, masyarakat Kota Batu juga terbiasa mengambil berbagai jenis hasil hutan seperti madu dan rotan.

"Khusus madu hutan asli, bisa jadi oleh-oleh untuk dibawa pulang para pengunjung. Warga kami juga banyak yang memproduksi gula aren asli, yang juga bisa ditawarkan," urainya.

Kalau bicara potensi, lanjut Sayuti, Kota Batu memiliki banyak macam. Tetapi keterbatasan dana dan SDM membuat semuanya belum mampu dikelola seperti seharusnya.

"Maunya pemerintah turun, bukan hanya membina, tetapi bawa anggaran untuk perbaikan akses jalan. Kami juga perlu dibantu dari sisi promosi dan pemasaran hasil hutan yang melimpah, tetapi belum mampu dimanfaatkan secara maksimal," tutupnya.

Hingga saat ini, akses jalan menuju curup lestari masih relatif sulit. Bantuan dari provinsi berupa jalan pavingblok sudah sangat membantu kesulitan itu, tetapi untuk memacu perkembangan curup keterlibatan pemerintah di semua tingkatan sangat diperlukan. n

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar