#korupsi#penjara#beritalampung

Korupsi Pengadaan Kapal, Warga Rajabasa Dituntut 18 Bulan Penjara

( kata)
Korupsi Pengadaan Kapal, Warga Rajabasa Dituntut 18 Bulan Penjara
Sahmin (45) warga Jalan Kapten Abdul Haq, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung terdakwa kasus korupsi pengadaan Kapal penumpang Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran. Lampost.co/Ahmad Amri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sahmin (45) warga Jalan Kapten Abdul Haq, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung terdakwa kasus korupsi pengadaan Kapal penumpang Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2016 dituntut 18 bulan penjara. Hal itu terungkap dalam sidang di PN kelas 1 A,Tanjungkarang, Kota Bandar Lampung,  Senin, 2 September 2019.

Dalam sidang tuntutan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim,Syamsudin,  jaksa penuntut umum,  (JPU),  Dodi Ariansyah mengatakan,  terdakwa Sahmin dinyatakan sah serta meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Ia  diancam pidana dalam pasal 2 Jo Pasal 18 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menuntut pidana pejara terhadap terdakwa Sahmin dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan, "kata , Dodi Ariyansyah.

Selain, ancaman hukuman pidana 18 bulan penjara terdakwa Sahmin juga dikenakan denda sebesar Rp50 juta dan apabila denda tersebut tidak dibayar makan diganti dengan hukuman penjara selama tiga bulan penjara dengan perintah tetap di ta han.

"Peran terdakwa dalam kasus tersebut selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek Pengadaan Kapal penumpang Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2016, dengan nilai Rp403 juta," ujarnya.

Hari Supriyono



Berita Terkait



Komentar