#BERITALAMPUNG#KORUPSI

Korupsi Lamsel, Saksi Akui Terima Uang Puluhan Juta 

( kata)
Korupsi Lamsel, Saksi Akui Terima Uang Puluhan Juta 
Lima saksi dihadirkan dalam persidangan korupsi Lampung Selatan jilid II, Rabu, 3 Maret 2021. (Foto: Lampost.co/Abu Umaraly)


Bandar Lampung (Lampost.co) - Saksi Rudi Rozali, PNS aktif dan mantan bawahan terdakwa Hermansyah Hamidi dan Syahroni, dalam perkara korupsi Pemkab Lamsel jilid II yang awalnya menjawab tidak tahu, akhirnya mengakui bahwa ia menerima puluhan juta dari terdakwa Syahroni. 

Rudi Rozali mengatakan pada 2016 ia merupakan staf biasa di Dinas PUPR. Salah satu tugasnya adalah pengawas lapangan dan melaporkan ke PPTK. Selain itu dia diberi tugas untuk membuat dokumen penawaran dan meng-upload perusahaan pemenang. 

"Saya diminta oleh PPTK saya Wahyudi untuk menemui Syahroni untuk meminta nama-nama perusahaan pemenang lelang," kata Rudi di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas IA Tanjungkarang, Rabu 3 Maret 2021.

Ketika ditanya Jaksa nama-nama pemilik perusahaan yang pernah memenangkan lelang, saksi membenarkan. Diantaranya yakni Gilang Ramadhan, Cik Ali, Dian dan sebagainya.
Rudi juga pernah menerima uang sebesar Rp25 juta di tahun 2018 dan Rp20 juta di 2017 dari tangan terdakwa Syahroni. Uang ini adalah fee sukses yang diberikan kepada tim lelang. "Uangnya dikasihkan setelah kegiatan lelang berakhir," ujar Rudi.

Ia juga mengakui dalam menjalankan pekerjaannya meng-upload perusahaan timnya mengontrak sebuah rumah. Sedangkan dokumen perusahaan semuanya telah disiapkan oleh rekanan. Untuk 1 paket pekerjaan biasanya rekanan menyiapkan 3 perusahaan. 1 perusahaan pemenang dan 2 perusahaan pendamping.

Perusahaan pemenang lelang proyek ini sebelumnya sudah diterangkan oleh terdakwa Syahroni dikediamannya. Saksi diberikan nama pemilik perusahaan dan nomor telepon. 

Sebagai tim lelang dari Dinas PUPR, Rudi dan rekan-rekannya dijanjikan fee antara 0,5 - 1 persen dari nilai anggaran proyek. "Uang fee yang saya terima selalu dari terdakwa Syahroni langsung. Kini saya tahu pak kalau aktivitas kami seperti ini dilarang," katanya.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Efianto dengan terdakwa Hermansyah Hamidi dan Syahroni. Pada sidang kali ini Jaksa KPK menghadirkan lima saksi diantaranya Ketut Dirgahayu, Taufik Hidayat, Rudi Rozali, Lares Cahyadi, dan Yudi Siswanto.

Dalam keterangan di hadapan hakim, saksi Rudi Rozali, PNS aktif Dinas PUPR Lampung Selatan, mula-mula mengatakan tidak tahu ketika menjawab pertanyaan JPU. Sehingga JPU membacakan kembali keterangan saksi saat BAP oleh penyidik KPK. Hal ini tentu saja menjadi perhatian Hakim atas keterangan saksi dan memberikan teguran agar berkata jujur apa adanya. Sedangkan pertanyaan yang disampaikan jaksa seputar fee komitmen proyek rekanan dan uang yang diterima saksi sebagai fee dari terdakwa Syahroni atas kegiatan upload lelang proyek.

Saksi lainnya, Lares Cahyadi mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk membantu meng-upload data perusahaan pemenang proyek bersama berkas perusahaan pendamping. Ia juga mengatakan telah menerima uang dari Rudi Rozali yang berkisar Rp7 juta.

"Untuk satu paket pekerjaan kami diberi tiga dokumen perusahaan. Untuk pemenangnya, maka berkasnya kami buat lengkap," ujarnya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar