#korupsi#kepsek

Korupsi, Kepala SMAN 1 Mesuji Dituntut 2 Tahun

( kata)
Korupsi, Kepala SMAN 1 Mesuji Dituntut 2 Tahun
Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menuntut Zam Zari, Kepala SMA Negeri 1 Mesuji dengan pidana penjara selama 2 tahun. Terdakwa dituntut lantaran melakukan tindak pidana korupsi bantuan rehab ruang kelas sekolah sebesar Rp100 juta lebih.

Jaksa Penuntut Umum Bangkit Budi Satya menjelaskan, terdakwa dituntut melakukan tindak pidana korupai sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Ayat (1), jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

" Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun, serta mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp200 juta, apa bila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan," kata Jaksa, Kamis, 5 Maret 2020.

Kepala SMAN 1 Mesuji, Zam Zari, kata Jaksa, dituntut korupsi penyelewengan dana rehabilitasi ruangan belajar. Perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara Rp112,5 juta.  

"Terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara atau penyelewengan dana rehabilitasi ruangan belajar," katanya.

Dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) perbuatan terdakwa merugikan negara Rp112,5 juta dari rehabilitasi ruang belajar pada anggaran tahun 2017.

Dia menjelaskan dana yang diterima untuk bantuan rehabilitasi 3 ruang belajar Rp150 juta dengan perincian pekerjaan fisik senilai Rp141,7 juta, jasa perencanaan Rp4,5 juta, jasa pengawasan senilai Rp3 juta, dan perjalanan dinas senilai Rp800 ribu.

"Berdasarkan LPJ, dana rehab senilai Rp150 juta telah terealisasi 100 persen. Namun, faktanya dari keterangan penyedia bahan material, para tukang, dan didukung nota pembelian bahan material dana yang digunakan untuk rehabilitasi ruangan belajar tersebut tidak sampai menghabiskan Rp150 juta," ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar