#korupsi#polda#disdikLamsel#beritalampung

Korupsi Disdik Lamsel, Polda Hanya Menahan Nur Muhammad

( kata)
Korupsi Disdik Lamsel, Polda Hanya Menahan Nur Muhammad
Polda Hanya Menahan Nur Muhammad dalam kasus korupsi di Disdik Lamsel. (Foto:Dok.Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombespol Subakti, menyatakan hanya satu dari tiga tersangka yang ditahan, yakni Nur Muhammad selaku Wakil Direktur CV Mika Kharisma, selaku penyedia barang dan jasa. Nur Muhammad pun ditahan, usai ditangkap tim gabungan KPK dan Polres Tangerang Selatan, pada (5/5/2019) lalu di daerah BSD, Tangerang Selatan di Komplek Villa Melati Mas, Serpong. 
"Yang saya tahan yang kemarin (Nur Muhammad), yang ditangkap KPK," ujar Subakti, saat ditemui di Selasar gedung Ditreskrimsus Polda Lampung, Selasa (7/5/2019).

Subakti pun membeberkan alasan, kenapa pihaknya tidak menahan dua tersangka lainnya, yakni Yusmardi ASN Disdik Lampung Selatan selaku PPK, dan ZR selaku pihak swasta. Keduanya dinilai kooperatif dalam menjalani pemeriksaan. "Mereka kooperatif sama petugas," katanya.

Disinggung soal perkembangan perkaea tersebut, apakah ada tersangka lain, dan hal lainnya, Subakti enggan memaparkan. "Masih sidik," katanya.

Sebelumnya, Pengamat Hukum Unila Heni Siswanto mengatakan, seharusnya Penyidik bisa menahan Yusmardi dan ZR, yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi.
"Berdasarkan KUHAP (red pasal 21 ayat 4), kalau ancaman 5 tahun, bisa ditahan, karena khawatir menghilangkan alat bukti, melarikan diri, atau mengulangi perbuatan yang sama, tindak pidana korupsi harusnya ditahan," ujarnya, Senin (6/5/2019).
Namun Heni menyatakan, bisa saja Tersangka mengajukan penangguhan Penahanan, sesuai dengan haknya. Karenanya, Penyidikan dan penyelidikan kasus ini harus transparan, apalagi sudah dipaparkan oleh KPK RI.
"Kita harus tahu juga sampai mana perkara itu, sudah era transparansi, cuma memang kita harus tahu, dalam penetapan tersangka ini, kan untuk kasus korupsi, bisa saja di split (pisah), jadi kita tahu seperti apa perkembangannya, apa memang sedang proses, atau bagaimana, itu Teknis," katanya.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar