#MetroTVLampung#KORUPSI#RSUDPESAWARAN

Korupsi Besar Besaran RSUD Pesawaran

( kata)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Akhirnya Polda Lampung mengekspos perkara korupsi pembangunan gedung rawat inap RSUD Pesawaran, setelah sekian lama menetapkan para tersangka.

Ekspos dipimpin Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, dan Kabagwasidik Ditreskrimsus AKBP Fauzi. Namun tak nampak, Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Subakti, dan Kasubdit III Tipikor yang baru AKBP Yoni Rizal Kova.

Dari kasus tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Raden Intan Putra, ASN Pemkab Pesawaran yang juga kepala Puskesmas Tegineneng, ia berperan sebagai PPK.

Kemudian Taufiq Urahman Direktur PT Asri Faris Jaya selaku kontraktor, dan Julian sebagai Konsultan Pengawas, dari CV Pandu Jaya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, koruspsi pada pembangunan gedung rawat inap, lantai II dan lantai III, dengan nilai pagu anggaran Rp33,81 miliar, lelangnya sudah dikondisikan, dan pembangunan tersebut tidak sesuai dengan teknis RAB.

"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan hari ini pelimpahan tahap II, pelaku dan barang bukti, tiga tersangka RIP selaku PPK, TU kontraktor, dan J pengawas," ujarnya di Mapolda Lampung, Rabu, 15 Januari 2020.

Dari hasil audit BPK RI sebagai keterangan ahli ditemukan kerugian negara RP4,89 miliar. Aparat menyita barang bukti berupa uang tunai sisa kasus tersebut sebesar Rp590 juta, empat HP, dan dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut.

"Kita berhasil selamatkan kerugian negara," katanya.

Disinggung soal perkara ini, apakah ada pengembangan kedugaan pelaku lainnya. "Ya kalau ada fakta baru dikembangkan," katanya. 

Berita terkait : 
Korupsi RSUD Pesawaran Rugikan Negara Rp4,89 Miliar

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar