#nuansa#mogok#lakalantas

Korban Truk Mogok

( kata)
Korban Truk Mogok
Ilustrasi Pixabay.com

Deni Zulniyadi

Wartawan Lampung Post

KECELAKAAN lalu lintas yang melibatkan truk mogok kerap terjadi di jalan raya. Bahkan, tidak jarang menimbulkan korban jiwa. Awal tahun ini saja, saya merangkum ada tiga kecelakaan melibatkan truk mogok dan semuanya menyebabkan korban jiwa.

Pertama, truk mogok menelan korban jiwa terjadi di Jalinsum Km 24—25, Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu (12/1), sekitar pukul 11.30. Akibat peristiwa itu, Irgy Karisma (19), pengendara motor, tewas.

Kedua, Putu Riyan Wiguna (20) tewas setelah menabrak truk yang mogok di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 87—88 Desa Gayam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Kamis (16/1), sekitar pukul 05.30.

Pagi itu, korban hendak kuliah ke kampusnya yang berada di Bandar Lampung. Korban diduga tidak melihat truk K-1817-CA yang parkir di bahu jalan karena mogok sehingga menabrak bak belakang.

Ketiga, seorang kernet pikap, Sutikno (52), tewas setelah kendaraan yang ia tumpangi menabrak truk yang sedang berhenti karena mogok, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 25—26, Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Senin (27/1), sekitar pukul 20.30.

Dari tiga kejadian tersebut, tidak diketahui pasti seperti apa penanganan dari pihak kepolisian, terutama kepada pemilik atau sopir truk yang sedang mogok.

Seperti kita ketahui, selain kelengkapan surat-surat seperti STNK dan SIM, kendaraan roda empat atau lebih harus melengkapi sejumlah peralatan seperti sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, perlengkapan P3K, dan rompi pemantul cahaya.

Dalam kasus truk mogok, dugaan yang paling sering muncul pengendara tidak melihat truk yang sedang mogok. Entah memang kurang konsentrasi atau ada faktor lainnya. Namun, faktor kelengkapan peralatan mobil juga mesti diperhatikan.

Misalnya, truk yang mogok harus menaruh segitiga pengaman yang berwarna merah. Dengan tanda tersebut, pengendara lain tentunya akan mengetahui ada kendaraan yang sedang mogok di depannya. Dengan begitu, kecelakaan bisa dihindari.

Ancaman bagi yang berani melanggar kelengkapan tersebut bisa dikenai sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu, seperti diatur dalam Pasal 278.

Saya berharap pihak terkait, terutama kepolisian dapat bertindak tegas kepada mobil yang tidak melengkapi peralatannya, sehingga kecelakaan yang menyebabkan kematian bisa dihindari.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar