#Banjir#Bandang

Korban Tewas Banjir Bandang NTT Tembus 55 Orang

( kata)
Korban Tewas Banjir Bandang NTT Tembus 55 Orang
Situasi pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata pada Minggu (4/4) pukul 19.00 waktu setempat menyebabkan puluhan orang warga meninggal dunia. (FOTO: BPBD Kab. Lembata)


Jakarta (Lampost.co) -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan sebanyak 55 orang meninggal dunia, dan 40 orang hilang akibat banjir bandang di Lembata dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021. 

"44 orang meninggal di Flores Timur dan 11 lainnya di Lembata," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulisnya, Senin, 5 April 2021.

Baca juga: Korban Meninggal Banjir Bandang Lembata Capai 11 Orang

Sementara data warga hilang tercatat sejumlah 24 orang di Flores Timur dan 16 orang di Lembata. 

Kerugian materil di flores Timur tercatat rumah hanyut 17 unit, terendam lumpur 60, dan jembatan putus 5. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur. 

Beberapa kendala dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat. BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat.

Sementara di Lembata, sebanyak empat kecamatan terdampak banjir tersebut. Keempat kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera, dan Wulawujelu. 

"54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak," kata Raditya. 

BPBD setempat telah melakukan upaya kaji cepat dan penyelamatan warga terdampak. Pemerintah daerah juga mendatangkan alat berat untuk melakukan pembersihan jalan dan lokasi bencana untuk kelancaran proses pencarian dan evakuasi. Akses jalan menuju Kecamatan Ile Ape Timur terputus sehingga belum dapat diakses petugas. 

Kejadian lainnya melanda Kota Kupang, NTT, berupa angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang. sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak cuaca ekstrem tersebut. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang. 

"BPBD Kota Kupang bersama dinas terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat di lokasi bencana," kata Raditya.

BNPB juga menerima laporan terjadinya bencana di Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada. Angin kencang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Ngada. Desa terdampak yaitu di Kelurahan Kisantara, Lebijaga, Bajawa, Tanalodu (Kecamatan Bajawa) dan Kelurahan (Riung). 

Dampak dari insiden angin kencang terdiri 6 KK terdampak dan 1 luka berat. Sedangkan kerugian berupa rumah rusak sedang 2 unit dan rusak berat 4 unit, gedung pengadilan rusak sedang 1 unit, kapal tenggelam 1 unit dan 6 titik ruas jalan tertutup pohon tumbang.

Winarko







Berita Terkait



Komentar