#tenggelam#oranghilang

Korban Tenggelam Terbawa Arus Sungai di Way Kanan Telah Ditemukan

( kata)
Korban Tenggelam Terbawa Arus Sungai di Way Kanan Telah Ditemukan
Petugas BPBD dan aparat setempat mengangkut mayat laki-laki yang terapung di Wayumpu, Kampung Karangagung, Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan, Sabtu, 22 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Chandra Putra Wijaya)


Blambanganumpu(Lampost.co) -- Mayat laki-laki yang terapung di Wayumpu, Kampung Karangagung, Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan telah ditemukan. Korban bernama Sumaidi (59), warga Dusun 4, Kampung Kedaton, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan yang hanyut terbawa arus sungai. Kepastian itu diketahui setelah pihak keluarga melihat ciri-ciri korban.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan, Hendri Syahri, saat dikonfirmasi, Sabtu sore, 22 Januari 2022. 

Cerita penemuan mayat laki-laki tanpa identitas pada Sabtu, 22 Januari 2022 sekitar pukul 13.30 WIB. Warga Kampung Karangagung, Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan sempat kaget melihat ada mayat tanpa identitas terapung di terusan Wayumpu kampung setempat.

Adapun ciri-ciri mayat tersebut saat ditemukan warga kondisi tubuh atau badan dan wajah dalam keadaan bengkak dan tidak dapat dikenali dengan menggunakan kaos oblong warna putih.

Baca juga: Warga Way Kanan Hilang Terseret Arus Sungai Kedaton

Saat dikonfirmasi kepada pihak keluarga korban tenggelam, mereka sempat menyampaikan bahwa mayat tersebut bukan Sumaidi karena posisi penemuan mayat tersebut sangat jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian, mayat tanpa identitas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah ZAPA Way Kanan sore ini. Pihak keluarga korban langsung bergegas menuju rumah sakit. Setelah dikenali ciri-cirinya, ternyata benar itu korban yang tenggelam pada Rabu, 19 Januari 2022, sekitar pukul 16.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, korban hendak pulang ke rumah dari kebun dengan mengiring hewan peliharaannya (sapi) sebanyak tiga ekor. Diduga korban melintasi aliran sungai kedaton, yang saat itu debit air sedang naik.

"Penemuan jasad korban tenggelam tersebut sangatlah jauh dan itu tidak mengherankan karena saat korban hanyut terbawa arus sungai debit air lagi naik dan arus sungai sangat deras," ujar Hendri Syahri.

Menurutnya, dengan telah ditemukannya korban yang tenggelam secara otomatis tim yang melakukan pencarian menghentikan pencarian.
 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar