#penganiayaan#disdukcapil

Korban Pengeroyokan Petugas Disdukcapil Bandar Lampung Cabut Laporan

( kata)
Korban Pengeroyokan Petugas Disdukcapil Bandar Lampung Cabut Laporan
Korban pemukulan oknum pegawai Disdukcapil, Rendi saat melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bandar Lampung, Rabu, 1 September 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Korban pengeroyokan oknum petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung, Rendi Aditya (23), mencabut laporan dugaan penganiayaan tersebut dari Polresta.

Kuasa hukum Rendi, Septa Wandra mengatakan, pihaknya dan terlapor diwakili Kepala Disdukcapil telah bersepakat damai di atas materai.

"Pencabutan perkara sedang berproses. Kemarin sudah datang ke Polresta menemui penyidiknya untuk mencabut laporan," katanya, Selasa, 7 September 2021.

Baca: Buntut Pengeroyokan, Pegawai Disdukcapil Bandar Lampung Diperiksa dan Dimutasi

 

Menurut Septa, kesepakatan damai tersebut bertumpu pada alasan kemanusiaan. Hal itu juga sesuai Surat Edaran Kapolri Nomor: 8/2018 tentang Penerapan Keadilan Restoratif dalam Penyelesaian Perkara Pidana.

"Kemarin Rendi bersama pamannya, terlapor perwakilan Disdukcapil, sementara pelaku tidak hadir karena situasi kurang memungkinkan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pemuda asal Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rendi Aditya (23) diduga menjadi korban penganiayan petugas Disdukcapil Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 1 September 2021, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Rendi menceritakan, kejadian itu berawal saat ia mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengambil kartu keluarga (KK). Akan tetapi, dalam KK tersebut terdapat kesalahan sehingga dia meminta petugas untuk memperbaiki.

"Awalnya yang mengurus KK sepupu saya. Karena ada kesalahan, saya minta ganti. Tetapi petugas menyuruh saya untuk ambil akta kelahiran, padahal kesalahan bukan di penulisan nama tapi kenapa tertera gelar," katanya.

Karena saling kekeh, Rendi dan petugas pun telibat cekcok meski kemudian KK tersebut tetap diperbaiki.

Akan tetapi, ketika sudah beres, kata Rendi, salah satu petugas mengejar hingga tangga dan mendorong hingga terjatuh. Dia mengaku mengalami luka di bagian kepala, tangan, punggung, dan kaki.

"Saya dibentak sama petugas, lalu saya berdiri dan petugas itu ikut berdiri, tidak lama saya ditendang sampai jatuh ke lantai," katanya.

Rendi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung dengan bukti laporan LP/B/1972/IX/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar