#lampungselatan

Korban Pencatutan Nama dan Foto di Palas Lamsel Enggan Lapor Polisi

( kata)
Korban Pencatutan Nama dan Foto di Palas Lamsel Enggan Lapor Polisi
Tangkapan layar pesan dari pelaku penipuan yang mengatasnamakan ASN Kantor Camat Palas, Lampung Selatan. (Istimewa)


Kalianda (Lampost.co) -- Korban pencatutan nama dan foto akun Facebook yang menimpa sejumlah kepala desa dan aparat kecamatan di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, enggan untuk melaporkan peristiwanya kepada polisi. Mereka lebih memilih memviralkan imbauan di media sosial (medsos) sebagai upaya pencegahan.


Kepala Desa Palasaji, Heri Susanto, yang menjadi korban pencatutan nama dan foto, mengaku hingga kini belum melapor ke polisi.

"Belum saya laporkan, mas. Saya hanya memposting imbauan di media sosial saja. Soalnya, kebanyakan korban penipuan itu dialami teman-teman di Facebook," kata dia melalui telepon, Sabtu malam, 11 Juni 2022.

Menurut Heri, dengan memviralkan imbauan di medsos, hal itu membuat ruang gerak pelaku menjadi sempit. Selain itu, ia mengaku sejauh ini belum ada yang menjadi korban hingga mengalami kerugian besar.

Baca juga: Dua Nama Kades di Palas Lamsel Dicatut untuk Minta Pulsa

Hal senada diungkapkan, Kasi Kesos Kantor Camat Palas, Dedi Kawarudin yang turut menjadi korban pencatutan nama dan foto. Dia mengaku belum mengetahui prosedur melaporkan pencatutan yang dialaminya. Hingga kini, Dedi hanya mengandalkan postingan imbauan di medsos.

"Kalau pencatutan nama, saya belum paham prosedur laporan ke polisinya seperti apa? Dan dimana? Kayaknya sulit mau dilacak. Ya, cukup diviralkan di medsos aja, mas," ujarnya.

Dedi mengaku ke depannya ia akan lebih berhati-hati lagi ketika bermain media sosial khususnya Facebook, untuk mengunggah foto-foto pribadinya. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar