#normalisasisungai#banjir

Koramil 0421-09 Tanjungbintang dan Warga Normalisasi Sungai

( kata)
Koramil 0421-09 Tanjungbintang dan Warga Normalisasi Sungai
Sejumlah aparat Koramil 0421-09 Tanjungbintang bergotong royong bersama masyarakat membersihkan daerah aliran sungai di Desa Lematang, Selasa, 14 Januari 2020. Dok. Koramil 0421-09

Kalianda (Lampost.co) – Di tengah cuaca pagi yang cerah dan sangat bersahabat, ratusan orang tampak mulai berkumpul, seakan menunggu komando untuk melakukan tugas. Dengan sepatu bot dan berseragam loreng, para prajurit TNI tanpa ragu nyemplung ke aliran sungai di Desa Lematang, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, dan diikuti ratusan warga yang sebelumnya berkumpul, Selasa, 14 Januari 2020, sekitar pukul 08.00.

Tanpa ragu dan dikomandoi lagi, semua menyatu berbaur mengangkut sampah yang berada di aliran sungai sepanjang sekitar 300 meter dengan cangkul dan dimasukkan karung plastik. Mereka bahu membahu dan tanpa pamrih membersihkan aliran sungai, memperbaiki tanggul yang jebol, dan menggali parit dan aliran yang menyempit.

Gotong royong menormalisasi aliran sungai di Dusun II, Desa Lematang, bertujuan mencegah terjadinya banjir yang kerap terjadi di musim hujan seperti saat ini.

Tampak pria berbadan tegap, berkaca mata hitam dengan seragam loreng serta kumis melintang yang sangat khas, sesekali memberikan semangat kepada seluruh yang terlibat gotong royong. "Ini upaya kami semua untuk mencegah terjadinya banjir," ujar pria tersebut yang ternyata Komandan Koramil 0421-09 Tanjungbintang, Kapten Noris Tamin.

Kegiatan gotong royong normalisasi sungai tersebut merupakan inisiasi Koramil 0421-09 yang mengajak seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Tanjungbintang. "Kegiatan ini juga menjadikan pemersatu TNI dan masyarakat," ujarnya.

Mantan Komandan Koramil Katibung itu meminta masyarakat menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana banjir dan terhindar dari penyakit. "Mari jaga lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan, semua ini untuk kita semua," katanya.

Hampir tepat tengah hari, semua yang dikerjakan selesai, terpancar wajah puas meskipun terlihat agak lelah. Mereka berharap agar terhindar dari bencana dan lelahnya menjadi ibadah.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar