#Unjukrasa#demonstrasi

Koperasi Bantah tak Urus Kenaikan Upah Buruh Pelabuhan Panjang Bandar Lampung

( kata)
Koperasi Bantah tak Urus Kenaikan Upah Buruh Pelabuhan Panjang Bandar Lampung
Wakil Ketua bersama Sekjen Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengurus Koperasi TKBN menjawab tiga tuntutan yang disampaikan buruh saat melaksanakan aksi unjuk rasa di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung.

“Kalau masalah surat tanah (sertifikat), itu sudah berkali-kali disampaikan progresnya. Kalau semua pemberkasan beres dan lengkap, Januari sertifikatnya selesai,” kata Wakil Ketua Koperasi TKBN, Jolly Sanggam, Senin, 13 Desemebr 2021.

Sedangkan terkait pembayaran tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp7 miliar, Jolly mengaku bahwa pihak koperasi telah membayar tunggakan tersebut secara bertahap.

Baca: Buruh Pelabuhan Panjang Bandar Lampung Ancam Demo Tiga Hari

 

“Tunggakan itu sudah ada sejak kepengurusan sebelumnya. Tetapi kami sudah menemui pihak BPJS untuk negosiasi mengenai cicilan dan dendanya dan sudah ada kesepakatan untuk dibayarkan secara bertahap,” kata dia. 

Tuntutan ketiga mengenai upaya koperasi untuk memperjuangkan kenaikan upah, Jolly mengatakan pihaknya bukan tidak melakukannya. Ia mengklaim telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk melakukan pembahasan mengenai kenaikan upah buruh. 

“Kenaikan UMP memang sudah diputuskan, pada 1 Januari akan ditetapkan. Setelah itu kami akan mulai merumuskan kenaikan upah buruh pelabuhan,” ujarnya. 

Sementara itu mengenai tuntutan untuk dilengserkannya ketua beserta pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Jolly mengatakan itu bukan bagian dari tuntutan yang disampaikan dalam surat yang dilayangkan kuasa hukum para buruh.

“Kalau tuntutan itu terkesan mengada-ada, karena tidak dituliskan dalam surat yang dikirimkan buruh ke instansi-instansi lain,” ujarnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar