#limbahmedis#beritalampung

Kontrol Pengelolaan Limbah Medis Dinilai Lemah

( kata)
Kontrol Pengelolaan Limbah Medis Dinilai Lemah
Limbah B3 dibuang sembarangan di TPA Bakung. Lampost.co/MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) — Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Irfan Tri Musri mengatakan Polda memiliki kewajiban untuk turun tangan menangani permasalahan limbah yang tak kunjung menemukan solusi.

Untuk itu, diharapkan keseriusan Polda Lampung untuk menyelidiki temuan pembuangan limbah medis infeksius di tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung.

“Sekarang tinggal mengawal keseriusan Polda untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan mengungkap hingga memberikan hukuman serius. Jangan sampai kasus ini hanya disanksi administrasi saja,” ujarnya, Senin, 15 Februari 2021.

Untuk itu, lanjut Irfan, aparat penegak hukum harus menunjukan keseriusannya agar memberikan efek jera kepada rumah sakit lainnya agar tidak membuang sampah medis infeksius di TPA Bakung.

“Ini masuk kejahatan luar biasa dan pidana luar biasa. Tapi disayangkan juga karena alat pengelola limbah medis di Lampung tidak ada yang berfungsi,” ujarnya.

Disisi lain, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung, Febrilia Ekawati, mengatakan kontrol Pemerintah terhadap limbah medis sangat lemah.

Dibuktikan dengan seringnya penemuan tumpukan limbah bahan berbahaya beracun (LB3) khususnya limbah medis di TPA Bakung yang mengancam nyawa pekerja dan pemulung yang menggantungkan hidupnya di sana.

“2018 lalu tim YKWS juga menemukan adanya limbah medis berupa botol infus, jarum suntik, selang dan masker. Ini sangat membahayakan dan salah satu bentuk kejahatan lingkungan. Sebab, bila pengelolaanya tidak tepat bisa membahayakan manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Ditemukannya tumpukan Limbah B3 ini lanjutnya, merupakan cerminan atas lemahnya pengawasan pemerintah Lampung terhadap penanganan LB3.

“Pada situasi pandemi, semakin banyak orang terinfeksi Covid-19 berbanding lurus dengan meningkatnya penggunaan sarana medis. Jangan cari gampangnya saja tanpa memikirkan dampak buruk untuk keselamatan manusia dan lingkungan,” kata dia.

YKWS Lampung berharap adanya sanksi bagi para oknum perorangan ataupun institusi yang sengaja membuang limbah medis sembarangan dan dianggap melakukan kejahatan lingkungan.

“Penanganan LB3 kan diatur undang-undang dan peraturan turunan lainnya. Aturan itu harusnya diimplementasikan pemerintah, sektor usaha dan masyarakat,” ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar